
Sleman, kabarterdepan.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memperkuat dukungan sosial bagi mahasiswa asal Sumatera yang keluarganya terdampak banjir dan longsor.
Tak hanya memberikan bantuan makanan, kampus juga menggerakkan jaringan alumni dan berbagai elemen internal untuk memastikan mahasiswa tetap dapat bertahan dan melanjutkan studi dengan tenang.
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, menyampaikan bahwa kampus sedang melakukan pendataan menyeluruh terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan. Bantuan makan menjadi langkah awal sambil memetakan kebutuhan lanjutan.
“Proses identifikasi dan verifikasi terus berjalan agar semua mahasiswa yang terdampak dapat terakomodasi,” ujarnya di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Selasa (9/12/2025).
Dari pendataan awal, terdapat 178 mahasiswa terdampak yang kini masuk dalam pemantauan kampus. Selain konsumsi, UGM mulai menyiapkan bantuan lain, termasuk antisipasi kebutuhan kos-kosan bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial.
Manajer FnB UC Resto UGM, Anindita, menjelaskan bahwa dukungan makan diberikan berupa voucher dua kali sehari selama tujuh hari. Layanan makan dibuka dari siang hingga malam untuk menyesuaikan aktivitas mahasiswa.
“Menu yang kami siapkan adalah lauk kering yang aman dibawa dan tidak cepat basi,” terangnya.
Solidaritas Kampus UGM
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arie Sujito, menegaskan bahwa penanganan ini merupakan bentuk solidaritas kampus. Ia menyebut banyak pihak turut bergerak, termasuk jaringan alumni, untuk memastikan mahasiswa tidak menghadapi krisis sendiri.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal memastikan mahasiswa tetap punya jaring pengaman,” katanya.
Pihak kampus juga berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi di Sumatera untuk menghimpun data keluarga mahasiswa yang menjadi korban bencana. Kampus memastikan keberlangsungan pendidikan tetap menjadi prioritas, termasuk kemungkinan dukungan terhadap UKT.
“Kami tidak akan membiarkan mahasiswa berjalan sendirian. Baik kebutuhan jangka pendek maupun panjang, akan kami upayakan,” tegasnya.
Ia mengajak mahasiswa yang belum tersentuh bantuan agar segera melapor. (Hadid Husaini)
