Poltera Sampang Bangun IPAL Sederhana untuk Industri Rajungan di Pesisir Madura

Avatar of Redaksi
Poltera Sampang (fais/kabarterdepan.com)
Poltera Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Politeknik Negeri Madura (Poltera) membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana bagi industri pengolahan rajungan di wilayah pesisir sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (BIMA) 2025.

Program ini menyoroti masih minimnya pengelolaan limbah cair pada usaha mikro dan kecil pengolahan rajungan yang berpotensi mencemari lingkungan.

Limbah cair dari proses produksi rajungan mengandung bahan organik yang dapat menurunkan kualitas air serta memunculkan bau tidak sedap jika tidak ditangani dengan benar. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan cara-cara sederhana yang tidak cukup efektif.

Poltera Hadirkan Teknologi IPAL yang Mudah Dioperasikan

WhatsApp Image 2025 12 05 at 11.39.58 AM
Bentuk IPAL Sederhana (fais/kabarterdepan.com)

Wakil Direktur Poltera, Akhmad Arif Kurdianto, menegaskan bahwa pengelolaan limbah adalah bagian penting dari aktivitas industri.

“Pengolahan limbah yang baik bukan hanya soal kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari peningkatan kualitas produk dan daya saing industri lokal,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Arif menambahkan bahwa Poltera berupaya menghadirkan teknologi yang mudah dioperasikan dan sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir.

“IPAL ini dirancang mengikuti skala produksi mitra, sehingga tidak membebani pelaku usaha,” tambahnya.

Industri rajungan dipilih karena merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di pesisir Madura, namun berpotensi menimbulkan masalah lingkungan jika limbahnya tidak dikelola dengan baik.

Pengelola Poklahsar Sumber Rejeki, Riskiyatin, menyambut baik bantuan tersebut.

“Selama ini kami mengelola limbah secara sangat sederhana. Kehadiran IPAL ini membantu kami menjaga area produksi tetap bersih dan mengurangi dampak ke lingkungan sekitar,” ucapnya.

Poltera membuka peluang kerja sama dengan kelompok usaha lain apabila teknologi serupa dibutuhkan di daerah pesisir lain.

Program BIMA 2025 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha kecil mengenai pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari proses produksi yang bertanggung jawab. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page