Perbaikan Jembatan Kewek Yogyakarta Pakai Biaya Pusat, Anggaran Capai Rp19 Miliar

Avatar of Jurnalis: Ahmad
PERBAIKAN JEMBATAN KEWEK: Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai melakukan pertemuan di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
PERBAIKAN JEMBATAN KEWEK: Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai melakukan pertemuan di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan perbaikan jembatan kewek akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut ia sampaikan usai melakukan rapat di Balai Kota Yogyakarta bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Disebutnya, pendanaan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Alhamdulillah PU pusat menganggarkan Rp19 miliar dan dialokasikan 2026,” katanya saat diwawancarai wartawan, Kamis (4/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa kepastian pembiayaan dari pusat sesuai dengan harapan Ngarsa Dalem.

Wali Kota Yogyakarta meminta agar perbaikan Jembatan Kewek bisa dilakukan dengan cepat. Pasalnya saat ini kondisinya semakin memprihatinkan.

“Kita lihat ujungnya itu terbuka 3 cm, dan turun 10 cm sehingga anjlok. Kekuatanya tinggal 20-30 persen,” jelas mantan Bupati Kulon Progo tersebut.

“Oleh karena itu arahan Ngarsa Dalem, kita harus selalu bertindak cepat kondisi sementara jangka pendek kita dengan menutup sebagian,” imbuhnya.

Ia menyampaikan bahwa Jembatan Kewek yang sudah berusia 101 tahun tersebut nantinya akan direhab secara total.

Nilai Historis Jembatan Kewek

Selain itu, akan dilakukan larangan melintas bagi kendaraan besar, sementara untuk kendaraan kecil disebutnya tetap masih bisa. Hal tersebut secepatnya akan diberlakukan pada Natal dan tahun baru.

Hasto menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki nilai historis tersendiri meskipun secara fasad bukan kelompok heritage.

“Meskipun secara fisik fasadnya tidak ada penanda, tapi kita harus menjembatani, membuat narasi kemudian meninggalkan sebagai penanda,

“Entah itu bagian mananya bahwa ini adalah  bagian dari sejarah panjang dimulai Ngarsa Dalem Sultan ke 8,” katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan terkait Jembatan Kewek dirinya meminta supaya difokuskan tahap awal.

Hal tersebut sebagai upaya untuk menghindari kondisi yang tidak diharapkan. “Ini masalah nya ada tahapan semuanya, dasar anggaran gimana,” katanya.

“Untuk sementara ini antisipasi dengan perbaikan dalam kontek agar tidak membahayakan, tidak terjadi tanah longsor ya kan atau makin turun,” imbuh Ngarsa Dalem.

Ia menyampaikan bahwa musim hujan saat ini perlu ada penanganan khusus untuk Jembatan Kewek sembari menunggu studi dan perhitungan anggaran dari pemerintah pusat. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page