
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Di tengah capaian realisasi pajak daerah yang menembus angka tinggi, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sidoarjo justru dikeluhkan masyarakat karena banyak dipenuhi kubangan dan berlubang.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pemanfaatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan infrastruktur dasar.
Capaian Pajak Daerah Capai Rp1,581 Triliun
Keluhan tersebut mengemuka di tengah pelaksanaan Bulan Panutan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Delta Wibawa bulan lalu, Kamis (27/11).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi memberikan apresiasi kepada Wajib Pajak Panutan atas kontribusi mereka dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu.
Bupati Subandi menegaskan bahwa pajak daerah menjadi salah satu sumber utama PAD yang sangat berperan dalam pembiayaan pembangunan, termasuk infrastruktur.
“Pajak adalah kontribusi kita bersama untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat. Kepatuhan wajib pajak sangat menentukan keberlanjutan pembangunan Sidoarjo,” ujarnya.
Di kesempatan sama, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, Noer Rochmawati, melaporkan realisasi pajak hingga 26 November 2025 telah mencapai Rp 1,581 triliun atau 93,21 persen dari target Rp 1,696 triliun. Angka ini meningkat dibanding realisasi tahun 2024 yang hanya Rp 1,407 triliun.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan
Namun, capaian tersebut berbanding terbalik dengan kondisi sejumlah ruas jalan yang masih memprihatinkan.
Sejumlah pengguna jalan mengaku heran dengan kondisi infrastruktur yang tak kunjung membaik meski realisasi pajak terus meningkat.
Parno, seorang pengendara motor yang melintas di kawasan Jalan Masangan Wetan Kecamatan Sukodono, mengatakan kondisi jalan berlubang sudah lama dikeluhkan.
‘Kalau hujan, kubangannya tidak kelihatan. Banyak pengendara jatuh karena tidak kelihatan mana lubang, mana genangan. Pajak tinggi dibilang naik terus, tapi jalan kok tetap rusak. Mestinya ini jadi prioritas,” ujar Parno saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).
“Kami ini bayar pajak kendaraan tiap tahun, tapi yang kami terima malah jalan penuh kubangan. Semoga pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi lapangan, tidak hanya apresiasi pajak saja,” ungkapnya.
Harapan Masyarakat
Menurut penilaiannya, bahwa kenaikan penerimaan pajak seharusnya selaras dengan percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan yang menjadi akses vital masyarakat dan perekonomian.
Mereka berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran perbaikan jalan secara merata dan tidak hanya di kawasan tertentu.
Dalam acara tersebut, pemerintah daerah memberikan sejumlah penghargaan kepada kategori Wajib Pajak Restoran, Hotel, Parkir, Hiburan, hingga PBB-P2 dan BPHTB.
BPPD juga melaporkan keberhasilan program penyuluhan pajak “Taxcited Sidoarjo 2025” yang diikuti lebih dari 110 peserta dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Meskipun demikian, masyarakat berharap keberhasilan pajak daerah tidak hanya berhenti pada angka dan penghargaan, tetapi benar-benar terlihat dalam bentuk pembangunan yang langsung dirasakan warga.
“Kami hanya ingin jalan yang layak, tidak banyak lubang. Itu saja,” pungkas Parno, mewakili suara para pengguna jalan. (zal)
