Hari Disabilitas Internasional, Bupati Mojokerto Sebut Guru dan Orang Tua Difabel sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Avatar of Lintang
Bupati Mojokerto
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra dalam kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-33 Tahun 2025. (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-33 Tahun 2025 di Kabupaten Mojokerto menjadi momen penting yang penuh haru.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menggunakan kesempatan ini untuk memberikan apresiasi mendalam dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendamping dan orang tua penyandang disabilitas.

Acara utama peringatan ini digelar di TK-SD Nurul Islam, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, pada hari Rabu (3/12). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk guru pendamping khusus, orang tua, dan anak-anak penyandang disabilitas.

Bupati Mojokerto: Orang Tua dan Pendamping Garda Terawal Pendidikan Anak Penyandang Disabilitas

Di hadapan ratusan hadirin, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan rasa hormatnya. Ia menyebut para pendamping dan orang tua sebagai garda terawal dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Gus Barra menekankan bahwa peran mereka jauh melampaui tugas biasa. Mereka adalah pihak yang paling berperan dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan potensi pada anak-anak penyandang disabilitas.

“Mereka adalah pahlawan kemanusiaan. Mereka adalah tangan pertama yang menuntun dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus untuk tumbuh dengan percaya diri,” ujar Gus Barra, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Gus Barra juga menyinggung tema HDI tahun ini, ‘Membangun Masyarakat Inklusif bagi Penyandang Disabilitas untuk Mendorong Kemajuan Sosial’.

Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penyandang disabilitas tidak dapat dilepaskan dari kuatnya dukungan ekosistem, dimulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat luas.

Bupati Mojokerto menyampaikan terima kasih atas kesabaran, cinta, dan komitmen para orang tua, serta dedikasi lembaga pendidikan inklusif seperti TK-SD Nurul Islam.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat membuka hati dan memperkuat lingkungan yang setara, nyaman, dan bebas hambatan agar anak-anak difabel dapat tumbuh dan berkarya sesuai potensi terbaiknya.

“Dengan memberikan ruang dan kesempatan yang setara, penyandang disabilitas dapat menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” tegasnya.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada para penyandang disabilitas.

Gus Barra turut menegaskan komitmen Pemkab Mojokerto yang telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyandang Disabilitas, yang memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka.

“Sinergi seluruh pihak yang hadir hari ini penting untuk memperkuat ekosistem inklusi berkelanjutan di Mojokerto,” tutup Gus Barra.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Forkopimca Jatirejo, serta perwakilan dunia usaha sebagai bentuk kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang semakin inklusif.

Responsive Images

You cannot copy content of this page