Histori dan Revitalisasi Pasar Surungan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga Balongbendo Sidoarjo

Avatar of Redaksi
Tampak depan Pasar Surungan Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (zal/kabarterdepan.com)
Tampak depan Pasar Surungan Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (zal/kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Pasar Penambangan di Kecamatan Balongbendo, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Pasar Surungan, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pasar tradisional tertua di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut informasi yang dihimpun, pasar tersebut berdiri di atas tanah seluas 3.400 meter persegi sejak tahun 1912, sesuai data yang tercantum dalam surat tanah (kretek).

Pasar tersebut tak hanya menjadi pusat ekonomi warga, tetapi juga bagian penting dari sejarah Desa Penambangan.

Pemerintah Desa Penambangan telah membangun gedung pasar baru yang lebih tertata dan representatif, menggantikan area lama yang sudah tidak memadai.

Revitalisasi ini dilakukan untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi belanja masyarakat dari Balongbendo, Tarik Sidoarjo hingga Wringinanom Gresik.

Dua Versi Legenda Asal-Usul Nama ‘Surungan’

Konon pasar ini memiliki dua versi legenda yang hidup dalam masyarakat. Versi pertama menyebutkan bahwa sebutan Surungan muncul dari aktivitas penyeberangan sungai menggunakan perahu tambang di masa lampau.

Perahu yang kerap tersangkut lumpur membuat penumpang sering berteriak “surung… surung…” sambil mendorong perahu agar bergerak. Dari kebiasaan itulah nama Surungan kemudian melekat.

Sementara versi kedua menggambarkan suasana pasar yang sangat ramai pada masa kejayaannya. Pembeli dan pedagang yang beraktivitas sejak pukul 00.00 hingga 07.00 WIB kerap berdesak-desakan hingga harus saling mendorong (surung-surungan) untuk masuk ke dalam pasar.

Apa pun asal-usulnya, Pasar Surungan tetap menjadi ikon ekonomi dan budaya Desa Penambangan.

WhatsApp Image 2025 12 03 at 2.47.43 PM
Aktivitas di Pasar. (zal/kabarterdepan.com)

Sementara, Tutik (47), seorang warga Desa setempat, menyambut positif wajah baru Pasar Surungan yang kini berdiri dengan bangunan permanen dan penataan yang jauh lebih baik.

Menurutnya, revitalisasi ini membuat kawasan pasar terlihat lebih hidup, tertib, dan semakin layak dikunjungi.

“Para pedagang juga merasa lebih nyaman karena fasilitas kios sekarang lebih rapi dan tidak lagi semrawut seperti dulu,” ujar Tutik saat dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).

Selain itu, akses jalan penghubung dari arah Balongbendo menuju pasar kini sudah jauh lebih representatif, lebar, mulus, dan telah dibeton, sehingga memudahkan aktivitas warga maupun pembeli.

Sebelumnya, Kepala Desa Penambangan, Helmy Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan Pasar Surungan dilakukan semata-mata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga setempat.

“Kami berharap kesejahteraan masyarakat Desa Penambangan dapat meningkat seiring dengan pengembangan pasar ini,” ujar Kades Helmy.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menjaga keberlangsungan revitalisasi pasar tersebut, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (zal)

Responsive Images

You cannot copy content of this page