Film Jujutsu Kaisen: Execution Tayang di Bioskop Indonesia, Hadirkan Insiden Shibuya dan Arc Culling Game

Avatar of Lintang
Film Jujutsu Kaisen: Execution. (Cinepolis)
Film Jujutsu Kaisen: Execution. (Cinepolis)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Kabar yang sudah lama dinanti akhirnya tiba bagi para penggemar anime di Tanah Air. Film anime Jepang Jujutsu Kaisen: Execution resmi tayang di bioskop Indonesia.

Film spesial ini memuat rangkuman spesial dari Insiden Shibuya yang monumental, sekaligus menayangkan episode awal dari Arc paling brutal, yaitu Culling Game.

Film yang disutradarai oleh Shouta Goshozono ini kembali menghadirkan para pengisi suara ikonik. Mereka adalah Junya Enoki, Yuma Uchida, Asami Seto, Kenjiro Tsuda, Subaru Kimura, Yuichi Nakamura, Takahiro Sakurai, Daisuke Namikawa, dan Nobunaga Shimazaki.

Cerita dalam film ini berpusat pada sebuah peristiwa mengerikan yang terjadi tepat di tengah perayaan Halloween.

Sebuah “tabir” tiba-tiba turun di atas area Stasiun Shibuya yang padat. Tabir tersebut sukses menjebak ribuan warga sipil di dalamnya.

Peristiwa ini menjadi pemantik utama, di mana sepuluh koloni di seluruh Jepang sontak berubah menjadi sarang para roh kutukan yang ganas.

25071600
Film Jujutsu Kaisen: Execution. (CGV)

Sinopsis Film Jujutsu Kaisen: Execution

Film ini dimulai pada 31 Oktober 2018. Di tengah hiruk pikuk perayaan Halloween, Satoru Gojo—yang dikenal sebagai penyihir terhebat di zaman modern—secara paksa menerobos masuk ke stasiun yang ditutupi tenda tersebut. Namun, para Penyihir dan Roh Terkutuk sudah bersembunyi di dalam, dengan satu tujuan utama: menyegel Gojo.

Yuji Itadori dan banyak penyihir Jujutsu lainnya bergegas berkumpul di Shibuya. Insiden di Shibuya, yang merupakan perang kutukan yang belum pernah terjadi sebelumnya, pun tak terhindarkan.

Pertempuran kemudian meningkat tajam. Kekacauan yang dipicu oleh roh kutukan meluas menjadi “Permainan Pembantaian” (Culling Game). Permainan pembunuhan brutal ini dirancang oleh penyihir paling kejam dalam sejarah, Noritoshi Kamo.

Setelah Insiden Shibuya yang meninggalkan kehancuran, sepuluh zona penghalang di seluruh negeri berubah menjadi sarang iblis. Di tengah kekacauan yang semakin parah, algojo Yuji pun dimunculkan: Penyihir Kelas Khusus, Yuta Okkotsu.

Yuji, yang putus asa, terus berjuang mati-matian. Sementara di sisi lain, Okkotsu menghunus pedangnya tanpa ampun. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page