
Sampang, kabarterdepan.com – Setelah Redaksi Kabar Terdepan resmi melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada Bank Jatim terkait dugaan kasus pelecehan yang diduga melibatkan salah satu oknum pegawai Bank Jatim Sampang.
Dimana diketahui surat tersebut dikirimkan dua minggu lalu sebagai bentuk pelaksanaan fungsi kontrol media serta upaya memastikan pemberitaan yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta.
Langkah ini diambil setelah mencuatnya dugaan tindakan asusila terhadap seorang siswi SMK di Kabupaten Sampang yang terjadi pada akhir September 2025.
Meskipun kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan pada Rabu (5/11/2025) sebagaimana disampaikan Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo.
Bank Jatim Sampang
Redaksi Kabar Terdepan menilai klarifikasi dari pihak Bank Jatim tetap diperlukan mengingat adanya dugaan keterlibatan pegawai instansi tersebut.
Sejak surat resmi dilayangkan, tim kabarterdepan.com terus melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan penjelasan dari Bank Jatim Sampang.

Panggilan telepon melalui WhatsApp dan kunjungan langsung ke kantor Bank Jatim Sampang telah dilakukan beberapa kali, namun seluruhnya tidak membuahkan respons.
Sikap diam Bank Jatim Sampang tersebut membuat publik bertanya-tanya, terlebih karena kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat.
Pada Senin (1/12/2025), pihak Bank Jatim Sampang melalui seorang pegawai bernama Temmy akhirnya memberikan arahan agar Redaksi Kabar Terdepan menghubungi Bank Jatim pusat. Kontak Humas Bank Jatim pusat atas nama Karin pun diberikan untuk proses klarifikasi lebih lanjut.
Selasa (2/12/2025) sore, tim kabarterdepan.com berhasil menghubungi Karin. Karin menyampaikan bahwa pihak Bank Jatim pusat sedang menyiapkan sikap resmi dan akan memberikan jawaban paling lambat pada akhir pekan ini.
Pernyataan ini menjadi titik terang pertama setelah hampir dua minggu upaya konfirmasi tak mendapatkan tindak lanjut dari pihak Bank Jatim Sampang.
Hingga berita ini diterbitkan, Bank Jatim pusat belum menyampaikan klarifikasi resmi mengenai dugaan keterlibatan oknum pegawainya dalam kasus yang sempat dilaporkan ke Polres Sampang tersebut. (Fais)
