Jatim Perkuat Ekosistem Industri Hijau untuk Kejar Net Zero Emission 2060

jatim
Gubernur Jatim, Khofifah saat melihat salah satu stand UMKM yang sudah berseri industri hijau. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya meningkatkan jumlah industri hujau. Sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar kedua di Indonesia dan menjadi salah satu daerah penghasil migas nasional terbesar setelah Riau dan Kalimantan Timur.

Kontribusi sektor migas ini mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan energi di tingkat regional maupun nasional.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemprov Jatim, baik melalui sektor industri maupun migas, menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan produksi energi sekaligus menumbuhkan ekosistem industri yang ramah lingkungan.

Target Zero Emission 2060 Jadi Fokus Pemprov Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah perusahaan tersertifikasi industri hijau harus terus ditingkatkan, hal inj sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mencapai zero emision di tahun 2060.

“Kita harus menyeimbangkan daya dukung alam dan lingkungan dalam mendukung net zero emision 2060. Kita sudah sering sekali membahas hal ini, oleh sebab itu kita harus bersama sama mewujudkan hal ini,” jelas Khofifah saat hadir di pembukaan Festival Industri Hijau di Surabaya, Selasa (2/11/2025).

Khofifah menambahkan dalam mewujudkan kan hal ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dunia usaha atau industri harus bekerja sama, dibantu dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan net zero emision 2060 melalui penerapan energi hijau mulai dari sekarang.

20251202 120704
Gubernur Khofifah saat menghadiri Festival Industri Hijau 2025 di Surabaya. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

“Jadi harus bekerja sama, kita siapkan regulasinya sembari berseiring antara industri dan perguruan tinggi untuk berkolaborasi,” tambahnya

Khofifah menegaskan Industri hujau proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, dengan menyelaraskan pembangunan industri dengan pelestarian lingkungan hidup.

Selain industri hijau, dirinya juga menekan kan untuk mulai menerapkan industri biru. Berbeda dengan industri hijau yang masih memiliki bahan sisa, industri biru menggunakan konsep energi terbarukan yang tidak menghasilkan bahan sisa.

“Nah selain fokus ke industri hijau, kita juga mulai ke industri biru. Kalau industri hijau masih ada waste walaupun sedikit, industri biru ini no waste, jadi lebih tinggi lagi tingkatannya,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page