Kehadiran Komunitas Waria di Acara HIV/AIDS Sampang Tuai Sorotan, Ini Alasannya

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Komunitas waria yang hadir pada kegiatan Dinkes & KB Sampang (fais/kabarterdepan.com)
Komunitas waria yang hadir pada kegiatan Dinkes & KB Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com- Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang berlangsung hangat dan penuh kepedulian. Menariknya tim kabarterdepan.com menjumpai komunitas Waria turut hadir di acara tersebut.

Setelah mendapati komunitas waria turut hadir di kegiatan tersebut tim kabarterdepan.com berusaha mengkonfirmasi kepada penanggung jawab kegiatan tersebut, PJ HIV Dinkes & KB, Abd. Kholik yang akrab di panggil Kholik.

Komunitas Waria

Kholik menegaskan bahwa keberadaan komunitas waria dalam kegiatan tersebut bukanlah bentuk keberpihakan terhadap kelompok tertentu, melainkan bagian dari strategi kesehatan masyarakat untuk menjangkau populasi kunci yang selama ini rentan terhadap penularan HIV.

“Pendekatan kami bersifat inklusif dan sepenuhnya berdasarkan regulasi. Dalam Permenkes, populasi kunci memang menjadi prioritas agar penanganan HIV dapat dilakukan lebih efektif. Jadi bukan soal pro atau kontra, melainkan fokus pada pencegahan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya saat dikonfirmasi kabarterdepan, Senin (1/12/2025).

Kholik juga menambahkan bahwa keterlibatan komunitas waria dan kelompok masyarakat lainnya terbukti membantu memperluas cakupan edukasi serta mempermudah pelaksanaan tes HIV di lapangan.

Banyak dari mereka yang selama ini sulit dijangkau akhirnya dapat terhubung dengan layanan kesehatan melalui pendekatan komunitas.

“Kita ingin semua lapisan masyarakat punya akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Dengan menggandeng komunitas-komunitas ini, target deteksi dini dan pencegahan bisa lebih cepat tercapai,” lanjut Kholik.

dr. lusi saat menyampaikan sosialisasi pada kegiatan HIV/AIDS di aula Dinkes Sampang (fais/kabarterdepan.com)
dr. lusi saat menyampaikan sosialisasi pada kegiatan HIV/AIDS di aula Dinkes Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Dinas Kesehatan dan KB Sampang juga menekankan bahwa seluruh program yang dijalankan bersifat kolaboratif, melibatkan berbagai sektor seperti lembaga sosial, tenaga kesehatan, dan relawan.

Kolaborasi ini dilakukan demi memastikan bahwa upaya pencegahan HIV tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga menyentuh kelompok rentan secara langsung dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan yang inklusif dan edukatif tersebut, Pemkab Sampang berharap masyarakat semakin memahami bahwa penanganan HIV membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Tanpa diskriminasi dan tanpa stigma, setiap orang berhak mendapatkan akses kesehatan serta perlindungan yang layak. Dengan demikian, upaya menuju Sampang bebas stigma HIV dapat semakin kuat dan terarah. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page