Malioboro Culture Vibes 2025, Pemkot Yogyakarta Hidupkan Budaya dan Kreativitas

Avatar of Redaksi
Gelaran Malioboro Culture Vibes 2025 di Titik Nol Kilomoter Yogyakarta, Senin (1/12/2025). (Hadid Husani/kabarterdepan.com)
Gelaran Malioboro Culture Vibes 2025 di Titik Nol Kilomoter Yogyakarta, Senin (1/12/2025). (Hadid Husani/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya  dalam Malioboro Culture Vibes 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada 1-2 Desember 2025 ini diisi dengan Ngopi Pagi di Malioboro, panggung Sasana Swara Budaya, Malioboro Pedestrian Fashion Show, fashion show tematik, hingga sesi talkshow inspiratif, sekaligus memperingati Women Support Women Day.

Malioboro Culture Vibes 2025 Hadir Sebagai Ruang Ekspresi dan Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan kembali Malioboro sebagai ruang ekspresi dan budaya serta menjadi penanda dimulainya uji coba full pedestrian.

Pihaknya juga menyampaikan ingin menunjukkan bagaimana Malioboro dapat menjadi ruang yang inklusif bagi semua orang.

“Inilah yang coba kami presentasikan melalui berbagai aktivitas yang kami selenggarakan dalam Malioboro Culture Vibes 2025,”katanya.

Yetti menyampaikan berbagai kegiatan sebetulnya bisa diselenggarakan di Malioboro, kendati begitu perlu mengikuti aturan yang sudah berlaku, termasuk aktivitas ekonomi.

Pihaknya juga ingin menjadikan Malioboro Culture Vibes 2025 sebagai ajang refleksi dimana Malioboro sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia dan menjadi bagian Sumbu Filosofis.

“Jadi kami ingin mengajak semua untuk kembali memaknai Malioboro sebagai ruang bersama, tempat untuk beraktivitas dengan lebih baik lagi,” katanya.

Uji Coba Full Pedestrian Pertama Kali

WhatsApp Image 2025 12 01 at 12.20.23 PM
Uji coba full pedestrian Jalan Malioboro. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Kegiatan ini juga menandai dimulainya uji coba full pedestrian kawasan Malioboro. Yetti mengatakan, ini merupakan pertama kalinya Malioboro ditutup dua hari.

Sebenarnya uji coba seperti ini, untuk memastikan berbagai hal yang berkaitan dengan wacana Malioboro sebagai full pedestrian.

“Kami harus terus melakukan uji coba agar tahu apa saja yang kurang, apa yang perlu dioptimalkan, dari situ, kita bisa terlihat permasalahan dan potensi masalah yang perlu dimitigasi jika nanti benar-benar diberlakukan full pedestrian,” katanya.

Yetti menyebut uji coba ini penting agar kami bisa mendapatkan masukan dari masyarakat maupun para pelaku usaha yang ada di Malioboro.

“Selama dua hari, Malioboro dan Titik Nol Yogyakarta akan menjadi panggung besar yang menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, kuliner, hingga olahraga,” ucapnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page