
Mandailing Natal, Kabarterdepan.com – Pasca diterjang banjir yang menghantam Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Rabu (22/11/2025) lalu, sebagian masyarakat mulai membersihkan sisa-sisa lumpur dari Luapan Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola.
Menurut warga pembersihan sudah mulai dilakukan agar saat pindah dari pengungsian, mereka bisa langsung istirahat dengan nyaman.
“Sebahagian warga, sambil melihat kondisi Rumah, ada juga yang langsung bersih-bersih,” ucap warga marga Pulungan, Minggu (30/11/2025).
Gotong Royong Massal Bersihkan Lumpur Pasca Banjir
Sementara itu, Kepala Desa Muara Batang Angkola, Satriya Wira mengungkapkan, dirinya bersama pemerintah desa dan relawan akan melakukan gotong royong massal membersihkan jalan dan rumah warga dari lumpur sisa-sisa banjir pada hari Senin (1/12).
“Rencananya besok kita akan gotong royong membersihkan lumpurnya,” ungkap Wira.
Wira juga mengutarakan, agar memudahkan proses pembersihan lumpur akan dibantu petugas dari pemadam kebakaran dengan mobil pemadam kebakaran (Damkar).
“Tebalnya lumpur, agar mudah dan cepat proses pembersihan rencana pakai mobil Damkar. Dibantu Damkar untuk menyemprot lumpurnya,” tutur Wira.
Tebalnya lumpur yang terbawa banjir di badan jalan menjadi fokus utama pembersihan, kemudian masjid dan sekolah.
“Ketebalan lumpur di jalan itu mencapai 10-30 cm diperkirakan,” pungkasnya.
Wira juga berujar, masyarakat masih tinggal di pengungsian di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 037 Desa Tangga Bosi.
“Selepas melihat kondisi rumah dan membersihkan sedikit rumahnya, warga kembali ke pengungsian,” terang wira.
Pantauan media Kabar Terdepan, sebagian air masih menggenangi jalan dan pekarangan rumah warga dengan ketinggian sekitar 20-30 cm di beberapa titik. (Suhartono)
