Gus Fawait Dorong Anak Muda Jember Punya Jiwa Entreprenuer

Avatar of Jurnalis: Ahmad
IMG 20251129 WA0110
Bupati Jember, Gus Fawait membakar semangat anak muda untuk menjadi entrepreneur. (Lana/kabarterdepan.com)

Jember kabarterdepan.com Bakesbangpol Jember menggelar “Cinta Bergema Entrepreneur” Academy yang diselenggarakan di Balai Serbaguna, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan ini menjadi titik temu penting bagi ratusan anak muda, mahasiswa, dan pelaku wirausaha di Kabupaten Jember.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Jember, Gus Fawait, sejumlah OPD , Gen Z, serta pengurus organisasi sosial maupun organisasi olahraga.

Di hadapan peserta Entrepreneur Academy, Gus Fawait menegaskan bahwa Jember memiliki modal yang luar biasa besar.

“Jember ini kabupaten besar. Dari jumlah penduduk, dari sumber daya manusianya, dari kampusnya. Kita terbesar ketiga setelah Surabaya dan Malang. Alamnya kaya, manusianya hebat, kampusnya banyak,” ucapnya.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa fakta-fakta tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Tapi kenapa orang miskinnya masih banyak? Inilah yang oleh Presiden kita, Pak Prabowo, disebut paradoks negara kaya, daerah kaya, tapi kemiskinannya tinggi,” kata Bupati.

Menurut bupati Jember, yang harus dihadapi bukan hanya dengan program pemerintah, tetapi juga dengan menghidupkan kembali potensi anak muda sebagai agen perubahan.

Gus Fawait Ingatkan Sejarah Perjuangan

Lebih lanjut, Gus Fawait kembali mengingatkan sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan Indonesia, katanya, tidak hanya berdiri karena tokoh formal, tetapi karena keberanian kolektif anak muda yang memaksa bangsa ini melangkah.

“Kalau hari ini Bupati Jember usianya masih muda, itu bukan kebetulan. Sejarah menunjukkan bahwa hal-hal besar selalu didorong anak-anak muda,” katanya.

Gus Fawait memotivasi anak muda di Jember.
Gus Fawait memotivasi anak muda di Jember.

Bupati juga menjelaskan gambaran umum ekonomi modern. Ia menekankan bahwa sebuah negara atau daerah idealnya memiliki kontribusi sektor kewirausahaan minimal lima persen untuk mendorong percepatan kesejahteraan.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kita ingin naik, maka harus ada yang mendorong. Pemerintah punya APBN dan APBD, tapi sumber daya anggarannya terbatas. APBD tidak bisa kita naikkan seenaknya karena itu uang negara. Maka kita butuh jalur ketiga yaitu Jalur Kewirausahaan.” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kewirausahaan modern bukan hanya berdagang, tetapi tentang menciptakan nilai melalui inovasi, teknologi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Usaha itu pasti mendorong efisiensi, mendorong teknologi, dan akhirnya mendorong produktivitas. Itu yang akan mempengaruhi angka kemiskinan secara langsung,” Kata Gus Fawait.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi sekaligus simbol tekad baru: Jember ingin tumbuh, bangkit, dan bergerak bersama melalui energi anak-anak mudanya.(lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page