Pemkot Yogyakarta Bakal Gelar Kontes Andong di Kawasan Malioboro

Avatar of Jurnalis: Ahmad
IMG 20251128 WA0114
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti saat jumpa pers rencana Kontes Andong, Jumat (28/11/2025). (Hadid Husaini)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menggelar Kontes Andong untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan kuda di kawasan wisata Malioboro.

Kontes tersebut rencananya akan digelar pada Sabtu (30/11/2025) dengan mengikutkan 30 peserta. Kegiatan akan dipusatkan di DPRD DIY dan mengitari sejumlah lokasi hingga kembali ke garis awal.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti menyampaikan terdapat 4 kategori dalam pelaksanaan lomba kontes Andong tersebut.

“Beberapa kategori diantaranya, penampilan terbaik nanti pialanya Dekan Fakultas Peternakan UGM. Kemudian kategori kuda sehat, andong terbaik dan kusir terbaik masuk di Piala Wali Kota,” katanya.

Diselenggarakan dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ia berharap para peserta dapat menampilkan penampilan terbaik sesuai dengan kategori yang dilombakan.

“Ini untuk meningkatkan pengetahuan kesadaran syukur-syukur ada inovasi ini nilainya akan lebih bagus, karena kontes ini adalah yang pertama,” katanya.

Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata Rahmat Aryanta. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata Rahmat Aryanta. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata Rahmat Aryanta menyampaikan pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kapasitas anggotanya andong, terutama di kawasan Sumbu Filosofis.

Apresiasi Kontes Andong di Malioboro

Ia terkesan dengan perhatian yang diberikan oleh Pemkot Yogyakarta yang menempatkan kendaraan tradisional sebagai ikon utama pariwisata.

“Kami tiap hari rabu intens koordinasi dengan Bapak Wali Kota, andong di sekitar malioboro dan sekitarnya menjelang Sumbu filosofi Yogyakarta,” katanya.

“Rencana dinas itu ternyata sangat berhubungan dengan kami pelaku wisata andong dan becak kayuh,” jelasnya.

Kontes ini disebutnya sebagai upaya menumbuhkan citra positif atas pemberitaan yang kurang mengenakkan seperti bau kencing kuda yang mengganggu kenyamanan masyarakat. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page