
Mandailing Natal, Kabarterdepan.com — Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi wilayah terparah yang dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir.
Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan dua sungai besar yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola, sehingga air merendam pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 1,5 hingga 2 meter.
Debit Air Banjir Naik Cepat, Desa Putuskan Evakuasi Warga
Semakin tingginya debit air membuat Pemerintah Desa Muara Batang Angkola mengambil langkah darurat evakuasi. Kepala Desa Muara Batang Angkola, Satriya Wira, menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding kejadian sebelumnya.
“Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, melihat debit air yang sangat cepat naik, kami umumkan kepada warga agar mengungsi,” ujar Satriya Wira, Rabu (26/11/2025).
Meski imbauan sudah disampaikan, sebagian warga memilih bertahan dan mengungsi sementara di lantai dua masjid. Namun kondisi air terus meningkat sehingga situasi semakin berbahaya.
BPBD dan Tim SAR Turun Tangan
Menurut Satriya Wira, pada pukul 17.00 WIB tinggi air meningkat hingga setinggi pinggang orang dewasa. Ia dibantu BPBD Madina, Tim SAR, serta sejumlah pihak melakukan evakuasi paksa agar warga segera meninggalkan rumah.
Dengan membawa pakaian dan barang yang sempat diselamatkan, warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Akhirnya kita ungsikan warga ke sekolah Desa Tangga Bosi III menggunakan truk Polri, Satpol PP, dan beberapa truk milik warga sekitar,” ungkapnya.

Warga Disambut Hangat di Lokasi Pengungsian
Sesampainya di lokasi pengungsian, yaitu SDN 037 Desa Tangga Bosi III, para pengungsi disambut oleh kepala sekolah, guru, perangkat desa Tangga Bosi II dan III, serta unsur Forkopimca Siabu. BPBD Madina beserta relawan juga telah menyiapkan fasilitas dasar bagi warga terdampak.
Satriya Wira menyampaikan ucapan terima kasih atas solidaritas dari berbagai pihak yang bergerak membantu.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu warga kami baik berupa materi maupun tenaga. Hanya Allah yang bisa membalas semua jerih payah saudara sekalian,” ujarnya. (Suhartono)
