Dokter Geriatri UGM Kenalkan Metode MAS OK, 4 Rumus Ampuh Atasi Alzheimer

Avatar of Redaksi
MAS OK
Dokter Geriatri UGM dr. Probosuseno. (Instagram/dr.probosuseno)

Sleman, Kabarterdepan.com – Dokter geriatri Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Probosuseno memperkenalkan metode MAS OK mengatasi penyakit degeneratif alzheimer.

Penyakit tersebut menurutnya memiliki risiko kepada manusia seperti penurunan fungsi otak, memori, perilaku, serta kemampuan berpikir.

Probo menyebut, terdapat 15 penyebab Alzheimer, mulai dari diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, polusi, merokok, depresi, pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang olahraga, minim interaksi sosial, cedera kepala, kurang cahaya matahari, hingga jarang beraktivitas di luar.

“Faktor-faktor ini tidak membuat seseorang pasti terkena Alzheimer, tetapi meningkatkan kemungkinan terjadinya demensia,” jelas dr. Probo, Selasa (25/11).

Metode ‘MAS OK’ untuk Pencegahan Sejak Usia Muda

WhatsApp Image 2025 11 25 at 11.33.31 AM

Sementara metode “MAS OK” disebutnya sebagai rumus pencegahan Alzheimer sejak usia muda. M (Mother of Learning) menekankan kebiasaan membaca, mendengarkan, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang otak.

A (Agama) disebutnya menekankan doa, kegiatan spiritual, sujud, tasbih. S (Seni dan Sosial) menentukan seseorang untuk terlibat dalam seni dan aktivitas sosial untuk kesehatan mental.

Pola Sehat juga diperkenalkan melalui rumus OK dengan minum obat teratur bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa kartu identitas lansia.

“Rumus ini juga menekankan untuk masyarakat yang tetap bisa menjaga interaksi sosial dengan lingkungan, serta berolahraga secara konsisten,” katanya.

“Bisa disimpulkan, ya penanganan demensia Alzheimer itu tergantung sebabnya, karena pencegahan orang pikun itu bermacam-macam,” tutup dr. Probo.

Ia menegaskan bahwa aktivitas fisik merupakan cara paling mudah dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Bentuk aktivitasnya tidak harus berat; berjalan kaki selama 30 menit sehari sudah memberi dampak signifikan.

Target langkah dapat disesuaikan usia, yakni 3.000–5.000 langkah untuk lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk usia muda.

“Tidak harus langsung setengah jam. Boleh dicicil 10 menit pagi, 7 menit sore sampai totalnya setengah jam sehari sudah cukup,” ungkapnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page