
Blora, Kabarterdepan.com – Usaha untuk terus meningkatkan kualitas para pengajar Alquran terus dilakukan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora.
Melalui program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) Disdik Blora, puluhan guru ngaji dari berbagai wilayah mengikuti pelatihan metode ummi yang digelar pada Minggu (23/11/2025).
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 54 guru ngaji dibekali kemampuan tahsin menggunakan metode ummi. Kepala SKB Blora, Jumini, menyebut metode tersebut dipilih karena mudah dipahami dan dianggap paling sesuai dengan karakter para pendidik.
“Terimakasih pada UMMI Blora, yang sudah bekerjasama dengan kami. Karena metode ummi ini yang paling cocok bagi kami. Paling enak cara belajarnya, jadi udah nyaman,” ujarnya.
Guru Ngaji Bentuk Karakter
Jumini berharap pelatihan tidak hanya berhenti pada tahsin, tetapi juga berlanjut hingga tahap berikutnya. Ia menekankan pentingnya para Guru ngaji memperhatikan pengembangan karakter siswa sebagai bagian dari pembelajaran Alquran.
“Harapan kami bukan hanya belajar tahsin ngih, kedepan ada juga ada pembangunan karakter anak. Bisa disampaikan juga per dua bulan nanti bisa memantau perkembangan karakter anak,” tegasnya.

Sementara itu, trainer Slamet Riyadi menjelaskan bahwa materi tahsin dalam metode ummi terdiri dari 12 pertemuan mulai dari jilid 1 hingga jilid 6. Selain itu, peserta juga mendapatkan tambahan materi seperti baca Alquran, Ghorib, dan Tajwid.
“Dalam pertemuan itu, nanti ada tambahan yaitu baca Alquran, Ghorib, dan Tajwid,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, metode ummi memiliki sejumlah kelebihan, salah satunya keberanian menjamin mutu kemampuan membaca Alquran bagi anak usia SD/MI serta adanya supervisi rutin.
“Kelebihan Ummi itu berani menjamin mutu bahwa anak usia SD/MI harus bisa membaca Alquran secara tartil. Lalu metode Ummi ada supervisi secara rutin tiga bulan sekali,” terangnya.
Slamet juga menyampaikan bahwa peserta Guru ngaji yang lulus tahap tahsin akan diarahkan mengikuti sertifikasi guru Alquran agar kualitas pengujian tenaga pendidik semakin terstandar.
“Untuk saat ini tahapannya Tahsin, harapannya dengan kegiatan Tahsin ini, para pendidik tahu bahwasanya ada metode mengaji Alquran yang berbasis mutu,” jelasnya. (Rengga)
