
Sampang, kabarterdepan.com – Keterlambatan pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) membuat dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sampang mengalami kendala operasional. Salah satunya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DWS yang berlokasi di Jl. Raya Krampon, Torjun, Sampang yang sementara berhenti beroperasi.
SPPG DWS berhenti beroperasi karena kehabisan anggaran. Akibatnya, SMA Al Islami Desa Kara, Torjun, Kabupaten Sampang tidak menerima Program MBG selama kurang lebih empat hari.
Informasi tersebut disampaikan oleh Buchori Makhsum dari Lembaga SMA Al Islami DS Kara, Torjun, Sampang.
Muhammad, Babinsa wilayah tersebut, membenarkan bahwa penyaluran program memang terhenti sementara.
Penjelasan Kepala SPPG DWS
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG, Rohman, menjelaskan bahwa kendala terjadi akibat anggaran dari BGN yang belum turun.
“Untuk minggu kemarin saja kami menggunakan dana talangan sebesar Rp200 juta, dan sekarang dana kami hanya tersisa Rp83 ribu,” ujar Rohman.

Menurutnya, permasalahan ini tidak hanya terjadi di dapur SPPG DWS saja, tetapi juga di beberapa SPPG lain di wilayah Sampang.
Rohman mengungkapkan bahwa proposal yang diajukan ke BGN sebenarnya telah disetujui, namun anggaran belum juga dicairkan.
Yang lebih disayangkan, kata Rohman, justru anggaran untuk program yang tidak dalam kondisi mendesak malah terus cair.
“Ada pengajuan yang dinolkan, tapi malah cair berulang-ulang hingga memiliki angka Rp3 miliar. Artinya errornya bukan di kita, tapi di BGNnya,” ungkapnya kepada kabarterdepan.com, Sabtu (22/11/2025).
Rohman menambahkan bahwa dana talangan di SPPG DWS untuk menggaji relawan saat ini masih harus ditutup oleh yayasan.
Rohman juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Sampang, Ratna, terkait persoalan ini.
Hingga berita ini diterbitkan, tim kabarterdepan.com belum berhasil meminta konfirmasi dari Korwil Sampang, Ratna. (Fais)
