
Sleman, kabarterdepan.com – Dua orang dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Ringroad Utara, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, tepatnya di dekat Monumen Jogja Kembali (Monjali), pada Jumat (21/11/2025).
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Kamal Riswandhi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan awal pohon tumbang dari Damkar Kulon Progo.
Menurut Kamal, sebelum kejadian kedua korban diketahui sedang beristirahat di atas sebuah becak motor di lokasi kejadian.
“Tiba-tiba pohon berdiameter besar yang berada di dekat mereka tumbang dan menimpa keduanya,” ujarnya.
Evakuasi Pohon Tumbang
Setelah menerima laporan, Unit Siaga SAR Sleman diterjunkan untuk melakukan operasi penyelamatan bersama tim gabungan.
“Evakuasi dimulai dengan pemotongan ranting di bagian atas untuk mengurangi beban pohon,” jelas Kamal.
Pohon kemudian distabilkan menggunakan crane dan alat ekstrikasi untuk mempermudah proses pengangkatan korban serta kendaraan.
Tim SAR berhasil mengevakuasi dua korban yang identitasnya belum diketahui. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
“Dengan selesainya proses evakuasi, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman menyampaikan pihaknya melakukan penanganan cepat terhadap pohon trembesi yang menyebabkan dia orang tewas tersebut.
“Kejadiannya pukul 13.30 WIB ketika sepasang laki-laki dan perempuan yang tengah berteduh di bawah pohon trembesi tiba-tiba tertimpa batang pohon yang roboh,” katanya.
Terkait identitas kedua korban saat ini belum diketahui. Proses identifikasi menggunakan alat MAMBIS dilakukan oleh Inafis Polresta Sleman, namun NIK dari kedua jenazah tidak terdeteksi.
“Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkap Salamun.
Polresta Sleman berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman terkait proses penanganan jenazah korban pohon tumbang.
Pihak Dinsos akan menitipkan jenazah selama 2–3 hari di RS Bhayangkara sambil menunggu pihak keluarga.
“Jika tidak ada keluarga yang datang, pemakaman akan dilakukan oleh Dinsos bersama BPBD dan relawan,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan pohon besar, terutama pada musim hujan dan angin kencang. (Hadid Husaini)
