
Surabaya, Kabarterdepan.com – Agar dapat bersaing di era globalisasi saat ini inovasi sangat dipelukan. Inovasi dapat diperoleh melalui riset dan penelitian yang difokuskan untuk memecahkan masalah dengan menciptakan produk, layanan, dan industri baru.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Stella Christie mengatakan di negara yang berkembang cepat universitas kebanyakan menganut model research university dibandingkan dengan teaching university.
Hal ini tentu sejalan dengan tujuan utama dibentuknya universitas yakni untuk menciptakan inovasi guna meningkatkat daya saing dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Di negara maju saat ini model research university menjadi pilihan utama untuk menciptakan inovasi. Bukan berarti teaching atau mengajar tidak penting, akan tetapi pengajaran yang diberikan harus berdasarkan riset,” jelas Stella saat menyampaikan materi di Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI), Unesa, Jumat (21/11/2025).
Dirinya menambahkan banyak contoh negara maju yang merubah model pendidikannya dari teaching university menjadi research university. Seperti Jerman pada tahun 1810, Amerika Serikat mulai 1954 an dan China mulai 1980 an.
“Jerman kita lihat menang perang dunia pertama pada tahun 1870, kemudian Amerika Serikat menang cold war tahun 1989, dan China bisa kita lihat bagaimana kemajuannya pada tahun 2025 ini,” tambahnya.
Riset Universitas Jadi Tumpuan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Dirinya menegaskan dengan riset yang dilakukan, universitas dapat menjadi tumpuan ekonomi melalui inovasi, akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru. Dengan banyaknya lapangan kerja yang terbuka tentu akan mendongkrak perekonomian negara.
Stella mencontohkan riset yang dilakukan oleh Stanford University mempu menghasilkan 2,2 juta Dollar AS. Hal inj mampu menciptakan 5,4 juta pekerjaan.
“Hal ini menunjukkan bukanlah omong kosong universitas adalah tumpuan ekonomi. Sayangnya hal ini belum banyak dilakukan oleh universitas di Indonesia,” pungkasnya.
