
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ranumanduro, salah satu destinasi wisata alam Mojokerto dengan pesonanya yang asri kini sepi pengunjung dan terlihat meredup.
Kawasan yang pernah dijuluki seperti New Zealand yang sempat menjadi primadona wisata ini mengalami penurunan minat sejak beberapa tahun terakhir.
Ranumanduro yang dahulu viral pada era 2020-an sempat dipadati ratusan wisatawan setiap akhir pekan. Pemandangan perbukitan hijau dan cekungan bekas tambang yang menyerupai sabana luas dulu kerap menjadi latar swafoto para pengunjung. Kini, suasana tersebut berubah menjadi lengang dan hening.
Berdasarkan pengamatan di lokasi pada Jumat (17/11/2025), hanya beberapa warga lokal yang terlihat melintas di jalur utama menuju area tersebut.
Lahan parkir yang pernah penuh oleh kendaraan kini tampak kosong, sementara deretan warung dadakan yang dahulu hidup melayani wisatawan sudah tidak lagi beroperasi.
“Dulu kalau akhir pekan ramai sekali, sampai macet. Tetapi sekarang jarang ada yang datang. Sehari paling hanya satu atau dua rombongan dan sesekali dijadikan lokasi pemotretan pra nikah. Banyak orang dulu berkunjung karena mengikuti tren viral. Setelah tidak ramai di media sosial, ya otomatis pengunjung juga berkurang,” ujar Pak Umar, warga setempat.
Ranumanduro Sepi Pengunjung Sejak Pembatasan Akses
Warga menjelaskan bahwa penurunan jumlah wisatawan mulai terasa sejak adanya pembatasan akses beberapa tahun terakhir. Kawasan tersebut bukan objek wisata resmi, melainkan bekas tambang galian yang berubah menjadi sabana cantik setelah tidak lagi beroperasi.
Ketiadaan pengelolaan resmi membuat fasilitas dasar seperti area swafoto, toilet, dan pusat informasi tidak tersedia. Kondisi ini turut memengaruhi minat wisatawan, terutama setelah tren kunjungan berbasis viral meredup.
Meski sepi, kondisi Ranumanduro kini justru terlihat lebih hijau. Sabana tumbuh lebih rapi, dan lingkungan terasa lebih bersih dibanding saat gelombang wisatawan memadati kawasan tersebut. Sebagian warga menilai suasana tenang ini sebagai kesempatan bagi alam untuk memulihkan diri.
