SFP 2025: Ku-Semai Tampilkan Koleksi Upcycle Denim Bertema ‘New Rebel on the Block’

upcycle denim
Januar Ester saat menjelaskan koleksi yang dipamerkan di SFP 2025. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Surabaya Fashion Parade (SFP) merupakan wadah bagi para desainer untuk berkembang dan memamerkan karyanya kepada para pecinta mode. Memasuki tahun ke-18 ini SFP mengambil tema “Rebellion” yang memiliki arti pemberontakan. Makna tema pemberontakan yang dimaksud adalah para Desiner memamerkan karya unik yang tidak biasa di dunia fashion.

Salah satu partisipan SFP 2025, Ku-Semai kali ini memamerkan karya bertajuk New Rebel on the Block. Tema ini lahir dari semangat untuk merayakan keberanian generasi hari ini dalam mengekspresikan identitas mereka.

Salah satu desiner Ku-Semai, Januar Ester mengatakan, kali ini terdapat 20 busana dari 15 desiner yang dipamerkan di SFP 2025. Koleksi ini menghadirkan siluet yang tegas namun tetap mudah dipakai sehari-hari.

Januar Ester Ungkap Alasan Pemilihan Upcycle Denim

“Ku-Semai ingin menghadirkan bahasa visual baru—bahwa menjadi ‘rebel’ tidak selalu berarti keras, tetapi berani mengambil ruang dengan cara yang elegan,” jelas Januar saat ditemui di SFP 2025, Minggu (16/11/2025).

Dirinya menambahkan, koleksi kali ini menggabungkan sikap rebel yang modern dengan sentuhan estetika yang refined.

Kebanyakan busana yang dibuat menggunakan upcycle denim sebagai bentuk sustainability. Denim sendiri dipilih lantaran kain ini dinilai cukup kuat dan menarik untuk didaur ulang.

“Di sini kami menggunakan upcycle denim, jadi denim atau jeans yang sudah tidak terpakai kita buat lagi jadi busana baru agar dapat digunakan lagi,” tambahnya.

Perpaduan warna nude yang lembut dengan denim yang ikonik menjadi pondasi utama desain kali ini. Nude mewakili ketenangan dan kedewasaan, sementara denim memberi karakter, kedalaman, dan energi yang kuat.

“Melalui koleksi ini, Ku-Semai mengundang para pecinta fashion untuk merayakan keberanian tampil beda dengan gaya yang tetap berkelas,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page