
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendapatkan arahan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menangani 190 ton sampah dari produksi harian yang dihasilkan mencapai 300 ton.
Hal tersebut mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul dipastikan tidak beroperasi lagi pada tahun 2026.
Saat ditemui, Wali Kota Yogyakarta hasto Wardoyo menyebut baru bisa mengatasi sampah 100 ton per hari hingga Januari nanti.
“Kami tahu diri, maka kami mereduksi di tingkat hulu, target sampai 100 ton (per hari),” ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Jumat (14/11/2025).
Target Pemkot Yogyakarta

Hingga Januari mendatang, diiringi dengan berbagai sosialisasi dan gerakan di masyarakat, Hasto menyebut pengurangan sampah baru bisa tercapai dari yang ditargetkan oleh Pemda DIY.
“Maka hari ini kita mengumpulkan sisa makanan dapur dengan ember, hari ini 950 ember, ya mendekati 25 ton. Kemudian sampah sapuan jalan kita target berkurang 25 ton, ini harapanya bisa mengurangi 100 ton tercapai sampai Januari, ya kita usaha keras,” katanya.
Saat ini di sejumlah daerah, Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul tengah melakukan pembahasan terkait proyek pengolahan sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang didanai oleh Danantara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo saat dihubungi menyampajkan bahwa Pemda DIY terus berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten-Kota terkait land clearing.
Proses ini disebutnya membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pembahasannya membutuhkan waktu yang lama dan masih dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ada beberapa yang masih menjadi PR terkait land clearing. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Kusno.
“Penganggaran 2026 belum ada dan saat ini pembahasan 2026 sudah di waktu akhir. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya dari Kab/Kota,” ujarnya.
Terkait dengan pemenuhan visibilitas untuk PSEL yang mencapai 1.000 ton sampah per hari secara rinci disuplay dari Kota Yogyakarta (300 ton), Bantul (250 ton) dan Sleman (450 ton).
Disebutnya, proyek tersebut baru bisa dilaksakan pada 2026 awal, dan pembangunan fisik PSEL baru dilakikan di pertengahan tahun. (Hadid Husaini)
