Siap Bikin Nangis! Film ‘Waluh Kukus’ Viral 2021 Segera Tayang di Bioskop, Ini Sinopsisnya

Avatar of Lintang
Poster film Waluh Kukus. (Instagram/Falcon Pictures)
Poster film Waluh Kukus. (Instagram/Falcon Pictures)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Rumah produksi besar Falcon Pictures kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan proyek film terbarunya yang berjudul Waluh Kukus.

Film ini diangkat dari sebuah utas (thread) cerita sedih yang sempat mengguncang dan menjadi sangat viral di platform X (Twitter) pada tahun 2021 lalu.

Pengumuman ini disambut antusias oleh warganet. Cerita tentang waluh kukus (labu kukus) ini memang membekas dalam ingatan, terutama karena sosok antagonisnya, Yati, yang tingkah lakunya sempat membuat banyak warganet geram.

Cerita Ainay yang Membekas di Ingatan Warganet

Proyek film “Waluh Kukus” merupakan adaptasi dari unggahan pengguna X dengan nama akun @ainayed. Utas tersebut menceritakan kisah masa kecil penulis, Ainay, yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang serba sulit namun penuh dengan cinta seorang ibu.

Falcon Pictures meresmikan proyek adaptasi ini melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka pada Senin (10/22/2025). Dalam unggahan tersebut, Falcon Pictures berhasil memicu rasa penasaran publik.

“Masih ingat cerita Kak @ainthebooks? Siap-siap ketemu Yati di bioskop. Waluh Kukus, segera!,” kata Falcon dalam postingan itu.

Poster perdana yang dirilis sontak membuat warganet antusias dan langsung bertanya-tanya tentang siapa aktor dan aktris yang akan memerankan karakter sentral, terutama sosok Yati.

Banyak yang mengaku tidak sabar menantikan bagaimana kisah penuh emosi ini akan dihadirkan ke layar lebar oleh Falcon Pictures.

Sinopsis Film Waluh Kukus

Kisah “Waluh Kukus” berpusat pada Ainay kecil dan ibunya yang hidup dalam kesederhanaan. Untuk mencari nafkah, sang ibu bekerja keras membantu panen waluh (labu) di ladang.

Waluh yang diterima sebagai imbalan kemudian disimpan selama dua bulan. Waluh tersebut bukan untuk mereka sendiri, melainkan diolah menjadi camilan sederhana untuk dibagikan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tadarus di musala.

Namun, momen sederhana yang seharusnya penuh kehangatan itu berubah menjadi kenangan menyakitkan. Salah satu teman Ainay, yang bernama Yati, mengejek makanan yang telah dibuat dengan penuh kasih oleh ibunya.

Karena tidak ingin mengecewakan ibunya, Ainay kecil terpaksa memakan hampir setengah ember waluh kukus itu sendirian, yang pada akhirnya membuatnya menangis sepanjang perjalanan pulang.

Kisah yang mengangkat tema perjuangan ekonomi, pengorbanan orang tua, dan bullying masa kecil ini dinilai memiliki potensi besar untuk menyentuh hati penonton dan mengulang kesuksesan thread aslinya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page