Cegah Tragedi Serupa Bom Jakarta, Pemkot Surabaya Gerak Cepat Tangani Bullying

Avatar of Jurnalis: Husni
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan tindakan bullying jangan sampai ada di sekolah agar tidak terjadi bom seperti di Jakarta. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan tindakan bullying jangan sampai ada di sekolah agar tidak terjadi bom seperti di Jakarta. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Menyikapi tragedi peledakan bom yang terjadi di salah satu di Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah cepat agar kejadian serupa tidak terjadi di Surabaya. Seperti yang diketahui jika tragedi pengeboman di salah satu sekolah di Jakarta berawal dari pembullyan, hal ini tentu harus menjadi perhatian banyak pihak jika dampak dari adanya pembullyan di sekolah sangat besar.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sekolah sebagai sarana pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi anak. Di sana mereka tidak hanya diberikan pendidikan akademik tetapi juga penanaman karakter agar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungannya.

Oleh sebab itu, bullying atau tindakan kekerasan tidak seharusnya ada di sekolah. Tindakan bullying dapat meninggalkan trauma yang mendalam bagi korban, tidak jarang korban melakukan tindakan di luar nalar yang merupakan efek negatif dari bullying.

“Peristiwa seperti itu membahayakan, apalagi jika anak memiliki jiwa dendam atau menjadi korban bullying. Hal ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Wali Kota Eri, Rabu (12/11/2025).

Pemkot Surabaya Tekan Kasus Bullying, Cegah Tragedi Bom

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya melalui Dispendik mengambil langkah preventif agar kejadian tersebut tidak terjadi.

Pihaknya merangkul semua anak tanpa memandang ras maupun agama, semuanya mendapatkan perlakukan yang sama untuk menanamkan rasa keadilan dan kebersamaan.

“Kami akan mengadakan berbagai acara dengan Dinas Pendidikan untuk menyatukan anak-anak dari semua agama dan etnis,” tambahnya.

Penekanan Wali Kota Eri sangat jelas, toleransi dan persatuan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Ia memberikan instruksi tegas bahwa perundungan atau bullying tidak boleh ada di sekolah-sekolah Surabaya.

“Tidak boleh ada bullying. Hal ini harus dihindari dengan segala cara, karena menyangkut psikologis dan masa depan generasi muda kita,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page