Tak Betah Keramaian, Kakek Asal Boyolali Ini 42 Tahun Pilih Hidup di Gua Wonosalam Jombang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kakek asal Boyolali yang tinggal di gua Wonosalam Jombang. (Karimatul Maslahah/kabarterdepan.com)
Sudarmaji pria asal Boyolali yang tinggal di gua Anggas Wesi Wonosalam Jombang. (Karimatul Maslahah/kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Di saat banyak orang mengejar kenyamanan hidup modern, seorang kakek asal Boyolali justru memilih tinggal jauh dari keramaian. Ia hidup menyendiri di dalam gua yang tersembunyi di tengah hutan jati, lereng Gunung Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Namanya Sudarmaji (60). Telah puluhan tahun sejak 1983 ia menetap di Gua Anggas Wesi, Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo. Tempat yang bagi sebagian orang tampak menyeramkan itu justru menjadi ruang tenang baginya untuk menua dalam kesederhanaan.

Untuk mencapai Gua Anggas Wesi dibutuhkan perjalanan panjang. Dari pusat Kota Jombang, jarak sekitar 33 kilometer ditempuh hampir satu jam menuju Desa Sumberjo.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor menanjak sekitar 35 menit, lalu berjalan kaki 50 meter melewati jalan setapak di tengah rimbun hutan jati.

Kakek Asal Boyolali Tinggal di Gua Wonosalam Jombang

Setibanya di lokasi, tampak mulut gua yang menyatu dengan batuan alam. Di depannya tergantung pakaian, ember penampung air hujan, dan kasur tipis tempat Sudarmaji beristirahat. Di dalam, aroma dupa bercampur asap lampu minyak menjadi teman malam.

“Di sini saya tenang,” ucapnya singkat.

Sudarmaji mengaku sudah terbiasa hidup di gua. Ia mandi di sungai kecil, memasak dengan tungku kayu, dan sesekali menyalakan radio tua untuk mendengar kabar dunia luar.

Ia jarang bercerita tentang masa lalunya, hanya menyebut berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, dan memilih menetap di Jombang karena merasa damai di tempat ini.

“Sudah lama saya di sini. Tidak betah kalau ramai,” katanya.

Untuk kebutuhan makan, Sudarmaji mengandalkan pemberian dari pengunjung yang datang bertapa di gua tersebut. Kadang ia menerima uang seikhlasnya, yang ia gunakan membeli bahan makanan ke desa menggunakan sepeda motor bebek tuanya.

Cuplikan layar 2025 11 11 213021

Ajakan Pindah yang Ditolak

Kepala Dusun Sidolegi, Abdul Sholeh Sobirin, mengatakan bahwa warga dan pihak Perhutani beberapa kali mengajak Sudarmaji pindah ke tempat yang lebih layak. Namun, ia selalu menolak.

“Kami sudah menawarkan tempat di luar gua supaya tidak mengganggu pengunjung, tapi beliau tetap ingin di sana,” ujar Sholeh saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Menurut Sholeh, warga sekitar tidak mempermasalahkan keberadaannya. Hanya saja, beberapa pengunjung kadang merasa terganggu dengan bau dari arah gua tempat Sudarmaji bermukim.

Selain menjadi tempat tinggal kakek asal Boyolali ini, Gua Anggas Wesi juga menyimpan cerita masa lampau.

“Warga percaya gua ini pernah digunakan sebagai tempat pertapaan pada masa Kerajaan Majapahit dan memiliki lorong gaib yang terhubung dengan gua lain di lereng Anjasmoro. Meski belum ada bukti arkeologis, kisah itu tetap dipercaya masyarakat sampai hari ini,” jelasnya.

Secara administratif, gua ini berada di petak 37F, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberjo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, KPH Jombang.

“Luasnya sekitar 0,1 hektare dan masuk kawasan hutan penggunaan khusus (KPKh),” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page