
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sebuah jembatan penghubung antar desa di Dusun Sumberkembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ambrol setelah tanahnya tergerus air hujan dan tak bisa dilalui warga, Kamis (6/11/2025) sore.
Kondisi tersebut membuat warga harus memutar sejauh sekitar empat kilometer untuk bisa sampai ke sekolah maupun tempat kerja.
Dari pantauan di lapangan, terlihat lubang besar menganga di sisi barat jembatan, sehingga akses sementara ditutup oleh warga demi keamanan.
Salah satu warga sekitar, Suwondo, menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kejadian kemarin sore pada saat hujan lebat terjadi longsoran di sebelah sisi barat,” ungkapnya, Jumat (7/11/2025) pagi.
Jembatan Terkikis Akibat Air Hujan
Ia menuturkan, derasnya aliran air membuat bagian jalan di sisi jembatan terkikis hingga akhirnya amblas. Tak hanya itu, bronjong penahan tanah di bawah jembatan juga mengalami kerusakan cukup parah.
“Jalan itu tergerus air akhirnya longsor ke bawah dan bronjongnya itu sempat rusak sehingga terjadi lubang,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, warga yang setiap hari mengandalkan jembatan itu kini harus mencari jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
“Ini adalah jalan satu-satunya poros untuk akses warga yang bekerja dan sekolah,” ujarnya.
Suwondo menambahkan, jembatan tersebut sebenarnya merupakan jembatan darurat yang dibangun setelah jembatan lama sebelumnya juga putus akibat bencana serupa.
“Jembatan ini belum genap 1 tahun, dulu sempat putus dan ini jembatan sementara,” pungkasnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan, mengingat jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan antar dusun di wilayah Kutorejo.
“Harapannya ya ditindak lanjuti dan dibangun yang baik,” harapnya.
