
Pasaman, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman segera meluncurkan program layanan bajak gratis yang ditujukan untuk meringankan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini menjadi salah satu prioritas pasangan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman Parulian, setelah berhasil merealisasikan berbagai program unggulan dalam 100 hari kerja.
Launching perdana layanan bajak gratis akan dilakukan di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, menyasar 19 petani dalam satu kelompok yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Program ini menargetkan kelompok petani miskin di Desil I dan berangsur Desil II, serta seluruh masyarakat petani Kabupaten Pasaman yang tergolong kurang mampu sesuai data DTSEN.
Layanan Bajak Gratis
DTSEN merupakan data tunggal yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai acuan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Di Pasaman, DTSEN menjadi acuan utama Dinas Pertanian dalam menjalankan program layanan bajak gratis.
Bupati Welly Suhery menekankan pentingnya program ini bagi petani miskin.
“Kita tidak ingin petani kita yang kurang mampu gagal mengolah lahannya karena kendala ekonomi. Banyak keluhan selama ini menjadi hambatan, untuk itu program ini kami susun bagi yang sangat membutuhkan,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Welly menambahkan, peningkatan produksi hasil pertanian di Pasaman harus terus meningkat.
“Terwujudnya petani tangguh dan sejahtera serta kedaulatan pangan dengan adanya lumbung pangan adalah harapan bersama. Kendala kecil tidak boleh menjadi penghambat bagi petani. Program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, sehingga Pasaman dapat berkontribusi pada tercapainya swasembada pangan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo, menjelaskan bahwa program layanan bajak gratis bukan sekadar membeli mesin bajak lalu dibagikan, tetapi membangun subsistem layanan pertanian berbasis data. Petani yang terdaftar dapat memesan layanan melalui aplikasi yang terkoneksi dengan DTSEN, atau langsung ke penanggung jawab di kecamatan dan nagari.
“Sejak program ini diluncurkan, kami yakin akan berjalan dan dilaksanakan sesuai target. Persiapan Pemkab telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk program ini,” kata Prasetyo.
Program layanan bajak gratis mencakup beberapa pola layanan. Pertama, layanan sewa alsintan atau mesin bajak yang seluruh pembiayaannya ditanggung Pemkab, termasuk BBM dan operator. Kedua, pemberdayaan alat milik kelompok tani, dengan pembiayaan operasional ditanggung Pemkab, dengan syarat petani termasuk kategori DTSEN.
Target program ini adalah menjangkau 2.800 hektar lahan sawah di 11 kecamatan, kecuali Mapat Tunggul yang tidak memiliki hamparan sawah. Dinas Pertanian juga mempersiapkan aplikasi pendaftaran layanan bajak gratis agar petani miskin lebih mudah mengakses layanan ini.
Untuk operasional, layanan bajak gratis akan langsung dijalankan oleh Brigade Alsintan, tim khusus yang terdiri dari operator terlatih dan alat mesin pertanian (alsintan) milik Pemkab. Petani yang terdaftar cukup memesan layanan melalui aplikasi atau ke penanggung jawab di kecamatan/nagari, kemudian Brigade Alsintan akan datang ke lokasi untuk melakukan pengolahan lahan.
“Jangan bayangkan ini seperti dulu, membeli mesin lalu diserahkan. Program ini membangun sistem layanan pertanian yang pro-rakyat, tepat sasaran, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Brigade Alsintan akan memastikan layanan berjalan efektif sesuai kebutuhan petani.” tegas Prasetyo.
Launching perdana program layanan bajak gratis akan dilakukan di hamparan sawah Kelompok Tani Jambak, Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping. Di lokasi, Bupati Welly Suhery akan langsung mencoba mesin bajak bersama para petani.
Program layanan bajak gratis ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Pasaman dalam mewujudkan kedaulatan pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, (fajarPR)
