Menguak Manfaat Dapur MBG Bekasi sebagai Mesin Penggerak Lapangan Kerja Lokal

Avatar of Jurnalis: Cak Rawi
manfaat dapur mbg bekasi
Salah satu menu dari dapur MBG Bekasi. (Supplyyuk)

Bekasi, kabarterdepan.com – Kota Bekasi, dengan kepadatan penduduk dan dinamika industrinya yang tinggi, selalu menjadi barometer penting dalam keberhasilan program strategis nasional.

Belakangan ini, perhatian tertuju pada implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai Dapur MBG. Berikut ini manfaat dapur mbg.

Program pendirian dapur MBG Bekasi ini, yang awalnya digagas sebagai solusi perbaikan gizi untuk generasi emas, ternyata memancarkan dampak berganda yang signifikan terhadap sektor ekonomi dan ketenagakerjaan di Kota Patriot.

Mengurai Manfaat Dapur MBG dan Multiplier Effect Ekonomi

Program MBG beroperasi melalui unit-unit dapur skala besar yang bertugas menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi setiap hari. Dalam konteks Bekasi, sebuah kota dengan tantangan pengangguran terbuka yang perlu diatasi, keberadaan dapur-dapur ini menjadi katup pelepas tekanan ekonomi.

Data menunjukkan bahwa setiap satu unit Dapur MBG berpotensi menyerap puluhan tenaga kerja, mulai dari juru masak, asisten dapur, hingga petugas pengemasan dan logistik.

Seorang tenaga ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sebuah sesi sosialisasi di Kota Bekasi mengungkapkan, satu SPPG dapat menyerap hingga 47 orang tenaga kerja.

Jika diasumsikan kebutuhan Dapur MBG di Bekasi mencapai target tertentu, ratusan unit dapur yang ada saat ini dan yang akan dibangun memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang masif.

Hal ini membuktikan bahwa manfaat dapur MBG melampaui sekadar aspek kesehatan, merambah menjadi instrumen strategis untuk mengatasi masalah pengangguran lokal.

Para pekerja yang direkrut umumnya adalah masyarakat sekitar, yang seringkali merupakan ibu rumah tangga atau individu dengan keterbatasan akses pekerjaan formal, sehingga program ini bersifat sangat inklusif.

Manfaat Dapur MBG: Menggerakkan Rantai Pasok Lokal

manfaat dapur mbg bekasi

Dampak ekonomi dari Dapur MBG tidak hanya dirasakan oleh para pekerja yang terlibat langsung. Jantung pergerakan ekonomi yang sesungguhnya terletak pada sektor hulu, yaitu rantai pasok bahan baku.

Untuk menyiapkan ribuan porsi makanan setiap hari, setiap Dapur MBG membutuhkan pasokan berkelanjutan dari komoditas pangan segar, seperti beras, sayur-mayur, protein hewani (ayam, telur, ikan), dan buah-buahan.

Novan dari Supplyuk, supplier sayur dan buah, salah satu supplier dapur MBG Bekasi menuturkan bahwa dengan adanya dapur MBG ini, penghasilan dia bertambah karena kebutuhan sayur buah dan susu kedelai SALE jadi meningkat.

Inilah momen di mana UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal Kota Bekasi mendapatkan momentum emas.

  • Peningkatan Permintaan: Kebutuhan bahan baku yang stabil dan dalam volume besar dari Dapur MBG menciptakan pasar yang pasti bagi para supplier bahan pangan dan distributor lokal.
  • Pemberdayaan Petani dan Peternak Lokal: Melalui kemitraan dengan koperasi atau distributor, produk hasil pertanian dan peternakan di wilayah penyangga Bekasi, atau bahkan dari petani di dalam kota, dapat terserap secara optimal.
  • Stabilitas Pendapatan: Kontrak pasokan jangka panjang memberikan kepastian pendapatan bagi pelaku usaha kecil, memungkinkan mereka untuk berinvestasi kembali dan mengembangkan usahanya. Ini adalah contoh nyata dari program pemerintah yang mendorong ekonomi kerakyatan.

Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai multiplier effect atau efek berganda. Dana APBN yang dialokasikan untuk program MBG tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan berputar di dalam ekonomi lokal Bekasi, dari distributor ke pedagang pasar, dari pedagang pasar ke petani, dan seterusnya.

Peningkatan permintaan ini bahkan dapat memicu kenaikan harga komoditas tertentu, seperti yang sempat diamati pada harga telur dan ayam, namun hal ini sekaligus menjadi indikasi bahwa program telah berhasil meningkatkan daya beli dan menggerakkan sektor produksi.

Manfaat dapur MBG sebagai Pilot Project Pemberdayaan

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait, serta dukungan dari Polres Bekasi yang turut mengoperasikan SPPG, terus berkomitmen memastikan bahwa Dapur MBG menjadi pilot project yang ideal.

Fokus utama adalah pada tata kelola yang transparan, efisien, dan yang paling penting, keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.

Keterlibatan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat. Manfaat dapur MBG tidak hanya diukur dari besaran anggaran yang terserap, tetapi dari sejauh mana program ini berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pekerjaan yang layak dan perputaran uang di tingkat akar rumput.

Dapur MBG Bekasi adalah bukti bahwa kebijakan publik dapat menjadi mesin ganda: menyelamatkan masa depan gizi anak-anak, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Keberlanjutan manfaat dapur MBG di Kota Bekasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Evaluasi terus-menerus perlu dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan rantai pasok lokal bekerja secara optimal.

Dukungan terhadap UMKM lokal harus diintensifkan agar mereka dapat memenuhi standar pasokan yang ketat—baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun higienitas—sehingga tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan.

Pada akhirnya, Dapur MBG di Bekasi bukan hanya sekadar tempat memasak. Ia adalah pusat pemberdayaan, sentra perputaran ekonomi, dan simbol investasi negara pada generasi masa depan.(*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page