
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com– BPBD Kabupaten Mojokerto tingkatkan kesiapsiagaan hadapi ancaman bencana seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Selasa (4/11/2025) pagi hari.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kewaspadaan dan kesiapan seluruh elemen masyarakat menghadapi risiko banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya. Wilayah Kabupaten Mojokerto yang memiliki kondisi geografis beragam membuat potensi bencana di daerah ini cukup tinggi.
Kabupaten Mojokerto dikenal memiliki bentang alam kompleks, mulai dari perbukitan dan pegunungan di wilayah timur hingga aliran tiga sungai besar di bagian tengah dan barat. Kombinasi tersebut menjadikan daerah ini rawan terhadap banjir dan tanah longsor, terutama saat curah hujan meningkat.
BPBD Kabupaten Mojokerto bersama 356 personel gabungan dari berbagai instansi seperti Polres Mojokerto, Perhutani KPH Pasuruan-Mojokerto, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia, menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi dan menyamakan langkah mitigasi di lapangan.
Dalam koordinasi tersebut, setiap perwakilan instansi memaparkan langkah antisipasi, mulai dari pemeriksaan jalur evakuasi, patroli wilayah rawan bencana, hingga kesiapan posko tanggap darurat. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.
Wakil Bupati Mojokerto
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam di lingkungannya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, memperhatikan kondisi sekitar, dan segera melapor kepada pihak berwenang bila terdapat tanda-tanda bencana,” ujarnya dengan tegas.
Wakil Bupati Mojokerto juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan.
“Penyebaran informasi tidak benar justru dapat memperburuk situasi. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan informasi resmi dan akurat melalui kanal komunikasi yang terpercaya agar masyarakat tetap tenang dan dapat bertindak dengan benar,” tuturnya.

Selain itu, Wakil Bupati menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama BPBD terus memperkuat kerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
“Melalui pelatihan, simulasi evakuasi, dan sosialisasi di desa-desa rawan bencana, diharapkan masyarakat mampu memahami langkah penyelamatan diri yang tepat. Dengan demikian, risiko korban dan kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Langkah antisipasi lain juga terus dilakukan, seperti pemantauan debit air sungai, pembaruan data wilayah rawan longsor, serta penyediaan peralatan tanggap darurat yang memadai. Semua ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warganya.
Dengan kesiapsiagaan, kerja sama lintas instansi, dan peran aktif masyarakat, Kabupaten Mojokerto diharapkan mampu menjadi daerah tangguh bencana.
Pemerintah optimis bahwa kesadaran dan kepedulian bersama akan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman alam dengan aman dan terkendali. (Innka Cristy Natalia)
