Polisi Ungkap Identitas Korban Kecelakaan Kereta Api di Sleman, 3 Meninggal dan 6 Luka-Luka

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Detik-detik kecelakaan Kereta 161 Bangunkarta dengan sejumlah kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan dan Maguwo, Sleman,bSelasa (4/11/2025). (@merapi_uncover)
Detik-detik kecelakaan Kereta 161 Bangunkarta dengan sejumlah kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan dan Maguwo, Sleman,bSelasa (4/11/2025). (@merapi_uncover)

Sleman, kabarterdepan.com – Polisi menyampaikan perkembangan informasi terkait  peristiwa kecelakaan kereta api 161 Bangunkarta dengan pengendara kendaraan mobil dan motor di Sleman.

Berdasarkan hasil laporan polisi, jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai 6 orang.

Identitas Korban Meninggal

-GJAG, laki-laki (26) asal Manisrenggo, Klaten yang berprofesi sebagai wiraswasta.
-S, laki-laki, asal Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta,
– K, perempuan, identitas belum diketahui

Korban Luka-luka

1.OENS (26), laki -laki, Karyawan swasta, Alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan (dirawat di RS Bhayangkara)

2.SA, profesi buruh Harian Lepas, alamat Brebes (Observasi RSI Yogyakarta)

3.KMP (2), perempuan, alamat Lampir tengah semarang selatan (Observasi RSI Yogyakarta )

4.MA (2 bulan), alamat Lamper Tengah, Semarang Selatan, (Observasi RSI Yogyakarta )

5.EAS (1,7 bulan), perempuan, (Observasi RSI Yogyakarta)

6.NSA (26), profesi Ibu rumah tangga,  Lamper Tengah, Semarang Selatan, (RS Bhayangkara)

Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menyampaikan akibat kecelakaan kereta api tersebut, 1 unit mobil Toyota Shyenta warna orange mengalami rusak berat.

“1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam mengalami rusak berat body Hancur dan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah putih  mengalami rusak berat,” ujarnya.

Penyebab Kecelakaan Kereta Api

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan penentuan penyebab kepada penyidik. KAI juga memastikan bekerja sama penuh guna mengungkap kronologi kejadian secara komprehensif.

“Terkait penyebab kecelakaan kereta api, kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian. Hingga saat ini fokus kami adalah penanganan korban dan keluarga,” ujar Feni di RS Bhayangkara Yogyakarta.

Di tengah beredarnya dugaan mengenai palang pintu yang tidak menutup, Feni menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Pemeriksaan sedang berlangsung dan kami siap mendukung penuh,” jelasnya.

Feni menambahkan, seluruh penumpang dan awak KA Bangunkarta dinyatakan selamat, dan perjalanan kereta kembali normal tidak lama setelah pemeriksaan rangkaian.

Selain memberikan pendampingan keluarga, KAI memastikan menanggung biaya perawatan, asuransi, dan proses pemakaman korban.

Insiden ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap standar keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang di wilayah Yogyakarta. Pihak KAI mengimbau masyarakat lebih disiplin dan waspada saat melintas.

“Kami mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap rambu dan prosedur keselamatan di perlintasan,” Pungkas Feni. (Hadad Pangestu)

Responsive Images

You cannot copy content of this page