
Surabaya, Kabarterdepan.com – Sejak dibuka, Selasa (28/10/2025) lalu, posko aduan yang dibuka Pertamina di SPBU Kebonsari selalu didatangi oleh warga. Keluhannya sama, soal motor brebet setelah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Untuk menanggulangi keluhan tersebut PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) saat ini telah bekerja sama dengan 14 bengkel rekanan yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban.
Salah satu bengkel rekanan yang ada di Kota Surabaya, Tahta Motor 2 yang terletak di Raya Kobonsari No,44, Jambangan mengaku telah menerima 50 motor sejak Jumat (31/10/2025).
Suwandi selaku owner Bengkel Tahta Motor 2 mengaku kerusakan yang terjadi kebanyakan yakni mesin brebet yang membuat motor susah digas. Sebagai bentuk penanganan dirinya melakukan pemeriksaan pertama kali pada busi, kemudian filter dan fuel pump.
“Jadi yang pertama kali kita lihat busi kalau ada putih putihnya tandanya bahan bakarnya bermasalah. Dari situ kita lakukan pergantian part yang meliputi busi, filter bahan bakar dan fuel pump,” jelas Suwandi kepada Kabarterdepan.com, Sabtu (1/11/2025).
Penyebab Motor Brebet

Dirinya menambahkan kebanyakan motor brebet yang mengalami permasalahan adalah keluaran terbaru yakni tahun 2020 ke atas. Menurutnya hal ini terjadi kemungkinan karena kualitas bahan bakar yang tidak sesuai.
“Kalau ada air gak mungkin, tapi menurut saya kemungkinan bahan bakarnya ada campuran etanol karena hampir senyawa,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Iwan perwakilan dari Pertamina Lubricans menuturnya untuk perbaikan dan penggantian part yang rusak akibat BBM pertalite pihaknya telah menetapkan biaya kisaran Rp 150 ribu. Biaya ini meliputi perbaikan, dan pergantian part yang rusak seperti busi, filter bahan bakar dan fuel pump.
“Untuk biayanya kita budget maksimal Rp 150 ribu termasuk pergantian part ya. Kalau ada kasus yang biayanya lebih dari itu akan diproses dahulu untuk menunggu keputusan manajemen lebih lanjut,” pungkasnya.
