
Sampang, kabarterdepan.com – Aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sampang pada Selasa (28/10/2025) sore turut dihadiri Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, yang datang sekitar pukul 16.10 WIB setelah sebelumnya diundang langsung oleh para pendemo.
Dalam kehadiran menyejukkan, Wabup Sampang Mahfudz menyampaikan pesan menyejukkan kepada massa aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak lupa menjalankan ibadah.
“Jangan lupa salat setelah demo ini. Semoga apa yang diinginkan dan diperjuangkan oleh masyarakat bisa diselenggarakan dan dimudahkan prosesnya,” ujarnya di depan massa.
Komitmen Wabup Sampang

Mahfudz juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Kami akan mengupayakan apa yang masyarakat inginkan. Aspirasi yang diberikan masyarakat akan kami perjuangkan dan carikan solusi terbaik. Kritik dan aspirasi dari sampean semua adalah bentuk evaluasi bagi kami agar memperbaiki apa yang kurang. Kami selalu berterima kasih atas masukan masyarakat,” tambahnya.
Setelah sambutan Wabup, orator aksi kembali mengambil alih mimbar. Dalam orasinya, ia menyebut nama Ji Idi dan Rudi dengan tudingan “pengecut” yang dimana Ji Idi adalah Bupati Sampang, dan Rudi adalah Ketua DPRD Sampang, alasan tudingan tersebut karena Bupati dan ketua DRPD Sampang tidak mau menemui massa pendemo.
Massa aksi juga melaporkan adanya tiga peserta demo yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat sesak napas dan benturan saat kericuhan.
Di akhir aksi, para pendemo kembali menegaskan tuntutannya agar pihak DPRD dan pemerintah daerah menandatangani kesepakatan terkait pelaksanaan Pilkades. Setelah ditandatangani pendemo beranjak pulang (Fais)
