
Kabupaten Mojokerto, kabarterdepan.com – Pihak SMK Kusuma Bangsa Kabupaten Mojokerto memberikan klarifikasi terkait isu penahanan ijazah siswa yang sempat beredar di kalangan masyarakat.
Melalui dua guru pengajar, Dwi Ernawati dan Retnasari, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak ada penahanan ijazah siswa. Justru, pihak sekolah kerap menalangi biaya kebutuhan sekolah bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.
Bantu Biaya Siswa yang Tidak Mampu*
Menurut Dwi Ernawati, banyak siswa yang sejak kelas 10 hingga kelas 12 tidak membayar biaya sekolah. Namun, pihak sekolah tetap memperbolehkan mereka mengikuti kegiatan belajar tanpa hambatan.
“Banyak. Dari kelas 10 nggak bayar sampai kelas 12. Dari kelas 10 nggak bayar sampai kelas 12,” ujar Dwi Ernawati saat ditemui di lokasi, Selasa (28/10/2025).
Retnasari menambahkan bahwa sekolah swasta seperti SMK Kusuma Bangsa telah memberikan keringanan biaya dengan SPP yang tergolong sangat murah.
“Ini swasta kan beda juga. Kalau boleh dibandingkan di sekolah manapun, ini paling murah. SPP di sini Rp 90 ribu, sebelumnya Rp 85 ribu, malah sebelumnya lagi Rp 65 ribue,” jelasnya.
Tidak Ada Penahanan Ijazah di SMK Kusuma Bangsa
Pihak sekolah menegaskan, penahanan ijazah tidak pernah dilakukan terhadap siswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademiknya.
“Itu kan memang sudah kewajibannya, yang belum terselesaikan istilahnya kalau memang tidak punya tanggungan, kenapa kita menahan. Memang banyak yang tidak pernah bayar dari kelas 10 itu,” ungkap Dwi Ernawati.
Retnasari menambahkan, pihak sekolah bahkan berupaya aktif menjaga semangat belajar siswa dengan melakukan pendekatan langsung.
“Kalau lihat ada anak yang nggak sekolah pun dijemput sama Bapak Ibu guru. Kita rela jemput ke rumah siswa,” ujarnya.
Program PIP Dijalankan Bergilir
Selain itu, Dwi Ernawati menjelaskan bahwa program bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan langsung oleh pemerintah pusat dan dilakukan secara bergantian.
“Sedangkan PIP itu kan turun dari pusat, terus juga tidak anak-anak itu terus tapi digilir,” jelasnya.
Dengan klarifikasi ini, pihak SMK Kusuma Bangsa berharap masyarakat dapat memahami bahwa tidak ada praktik penahanan ijazah di sekolah tersebut. Justru sekolah berupaya membantu siswa yang kesulitan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga lulus. (Izhah)
