
Pati, kabarterdepan.com- Puluhan massa datangi posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang berlokasi di pojok barat Alun-alun Simpang Lima, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025).
Kedatangan mereka menuntut pertanggung jawaban pentolan AMPB Supriyono alias Botok lantaran 4 kepala keluarga keluarga massa aksi demo pada 13 Agustus lalu ditangkap Polda Jateng yang diduga melakukan tindakan anarkis.
“Kedatangan kami ke posko AMPB bersama keluarga korban meminta pertanggung jawaban Botok dan Tegus cs,” kata Harnawi selaku Kuasa Hukum korban.

Harnawi menjelaskan, ke empat orang yang ditangkap Polda Jateng sebelumnya diamankan Polresta pada saat demo 13 Agustus kemarin, akan tetapi dilakukan penangguhan penahanan.
“Ke empat orang yang ditangkap Polda Jateng adalah korban, mereka adalah tulang punggung keluarga, anaknya masih kecil-kecil, mereka diajak untuk demo melengserkan bupati Sudewo,” jelasnya.
Demo Pati
Meskipun sempat ditangguhkan di Polresta, namun ke empatnya kemudian ditangkap lagi karena AMPG menggelar aksi demo lagi pada 29 September 2025. Atas kejadian itu keluarga korban yang ditangkap Polda Jateng merasa dihianati pentolan AMPB.
“Janjinya kan ndak ada domo lagi setalah penagguhan dan selama proses sidang hak angket berlangsung, akan tetapi AMPB melakukan aksi demo lagi pada 29 September lalu,” ujarnya
Harnawi menyesalkan sikap Botok dan Tegus CS, mereka tidak punya empati dan simpati terhadap keluarga korban dan terkesan tidak bertanggung jawab atas ajakan untuk melakukan demo.
“Bahkan hingga detik ini, Botok dan Teguh Cs tidak sudi walau hanya sekedar menjenguk keluarga korban ataupun hanya sekedar menanyakan kabar. ” Sesalnya. (Yusuf)
