ICHELSS 2025: Menguatkan Peran Humaniora di Era Digital dan Ketidakpastian Global

Pelaksaan The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) di Surabaya. (Unesa for Kabarterdepan.com)
Pelaksaan The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) di Surabaya. (Unesa for Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek RI, Ahmad Najib Burhani menyoroti pentingnya posisi ilmu sosial dan humaniora di tengah arus digitalisasi yang kian pesat.

Ilmu sosial dan humaniora berperan strategis dalam menjaga kemanusiaan agar tidak tersingkirkan oleh kemajuan teknologi.

“Hanya ilmu sosial dan humaniora yang menolong kita tetap menjadi manusia seutuhnya yang memiliki critical thinking, rasa ingin tahu, kemampuan adaptif, dan inovatif. Tanpanya, kita hanya akan menjadi mesin,” jelas Ahmad, di acara The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS), Surabaya, Minggu (26/10/2025).

Menurut Ahmad di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim, dinamika demografi, dan konflik dunia, ilmu sosial dan humaniora menjadi penggerak utama (drivers of change) dalam menjawab permasalahan global.

ICHELSS Harus Berdampak

Pada kesempatan yang sama Rektor Unesa, Prof Nurhasan dalam menghadapi berbagai permasalahan di era yang penuh dengan ketidakpastian, setiap tindakan nyata yang berdampak sangat diperlukan, khususnya yang berkaitan dengan kemanusiaan. Sebagai instansi pendidikan tinggi Unesa terus berupaya meninjau kembali arah pengembangan ilmu sosial-humaniora agar tetap relevan dan berdampak nyata di tengah perubahan zaman.

“Kegiatan seperti The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) harus memberikan dampak kepada masyarakat, jangan hanya menjadi ajang pertemuan dan wacana belaka,” tambahnya.

Terdapat tiga agenda penting dalam pelaksanaan The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) yakni (1) mengintegrasikan ilmu sosial sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), (2) memperkuat pembangunan inklusif dan ekologis, serta (3) memperluas kolaborasi lintas bidang antara akademisi, media, pemerintah, dan masyarakat.

“Jangan berhenti di seminar saja tanpa tindak lanjut. Penelitian yang dibahas harus nendang dan berkualitas, sesuai kebutuhan zaman dan negara,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page