
Sragen,kabarterdepan.com – Pameran diorama bertema kehidupan manusia purba menjadi salah satu atraksi paling mencuri perhatian dalam gelaran Sangiran Fair 2025 yang digelar pada 25–26 Oktober di kawasan Sangiran, Sragen.
Mengusung konsep “The Land of Java Man,” area pameran ini menampilkan patung-patung manusia purba Homo erectus atau yang dikenal sebagai Java Man yang terbuat dari jerami.
Julukan ini menegaskan bahwa Jawa utamanya di wilayah Kabupaten Sragen adalah pusat peradaban tempat ditemukannya fosil manusia purba. berukuran besar yang seluruhnya terbuat dari jerami.
Patung-patung tersebut menggambarkan suasana kehidupan masa lampau, mulai dari manusia purba yang beraktivitas di sekitar api unggun hingga keberadaan berbagai hewan purba seperti banteng, gajah, kerbau, rusa, harimau, dan satwa lain yang pernah hidup di masa prasejarah.
Pencahayaan tematik yang dipasang di sekitar instalasi menambah kesan hidup, menciptakan nuansa malam di zaman purba. Tak sedikit pengunjung yang berhenti untuk berfoto, menjadikan pameran ini sebagai spot favorit selama acara berlangsung.
Salah satu pengunjung, Rini (32), mengaku terkesan dengan kreativitas masyarakat Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, yang menjadi pengrajin jerami pada Festival Jerami Purba kali ini.
“Patung jeraminya detail sekali, seperti benar-benar menggambarkan manusia purba di Sangiran. Ini keren banget buat edukasi anak-anak juga,” ujarnya, Sabtu malam (25/10/2025).
Sangiran Fair
Parade Festival Jerami Purba menjadi salah satu bagian menarik dari rangkaian kegiatan Sangiran Fair 2025. Sebelum dipamerkan di lokasi utama, patung-patung jerami hasil karya masyarakat lokal diarak di seluruh wilayah kecamatan Kalijambe menuju Lapangan Krikilan, tempat berlangsungnya acara utama.
“Selain Festival Jerami, ada juga Talkshow Komunitas Fest Kemenpora, Lomba Fotografi, Festival Budaya, serta berbagai stan UMKM yang menampilkan kuliner khas dan produk kreatif masyarakat Sragen,” ujar salah satu panitia pelaksana di lokasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sragen, Dispora, Kemenpora RI, dan Kemenbud RI, yang bertujuan memperkuat citra Sragen sebagai kawasan ‘The Land of Java Man’.
Melalui kegiatan ini, Sangiran Fair tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekonomi kreatif, tetapi juga wahana edukatif dan promosi wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan sejarah manusia purba di Situs Warisan Dunia Sangiran kepada masyarakat luas.
