
Sleman, kabarterdepan.com – Ratusan siswa di sejumlah sekolah di Kapanewon Mlati, Sleman, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa mengalami gejala seperti pusing dan diare usai menyantap menu opor ayam dan tahu acar. Dugaan keracunan muncul setelah puluhan siswa mendatangi Puskesmas Mlati I untuk mendapatkan perawatan.
Plt Panewu Mlati, Arifin, menyebutkan beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SMPN 2 Mlati, SD Jombor Lor, dan MAN 3 Yogyakarta.
“Kalau berdasarkan informasi, MAN 3 Yogyakarta 214 siswa, tapi tadi pagi ke sini 20 siswa,” kata Arifin saat diwawancarai wartawan, Jumat (24/10/2025).
“Kalau yang SMPN 2 Mlati itu yang tadi pagi saja yang dibawa ke sini sekitar 35. Kalau yang SD belum monitor,” lanjutnya.
Ia menambahkan, untuk SD Jombor Lor masih ditelusuri apakah kejadian tersebut akibat makanan yang dikonsumsi hari ini atau Kamis (23/10/2025).
Sementara kasus di SMPN 2 Mlati dan MAN 3 Yogyakarta diduga berasal dari konsumsi makanan pada hari sebelumnya.
“Semua sudah ke sini, sudah dicek. Sebagian besar rawat jalan, satu siswa dirawat dan diinfus,” ujarnya.
Dugaan Keracunan Ditangani Serius
Arifin menegaskan, kasus dugaan keracunan ini akan ditangani secara kewilayahan dengan melibatkan puskesmas dan pihak sekolah.
Salah seorang wali murid Enah menyampaikan bahwa dirinya mengetahui putrinya mengalami sakit perut pada Kamis malam (23/10/2025).
“Sempat mereda, cuma terasa lagi. Mulai kerasa efeknya jam 7 malam,” katanya. Anaknya diduga mengalami sakit perut bersama dengan 9 temanya yang lain.
Dari pengakuan anaknya, pada saat itu menu yang dibagikan dari dapur adalah ayam opor.
Ia menyampaikan bahwa selaku orang tua, melihat bahwa tidak semua anak-anak menyukai menu yang disajikan dari MBG.
“Kalau orang tua kan bisa makan begini, tapi kalau anak belum tentu, jadi semuanya harus dibedakan,” ujarnya. (Hadid Husaini)
