90.000 Anak di Mozambik Terdampak Siklon Chido

Avatar of Redaksi
UNI704382.JPG
Potret anak-anak di Mozambik yang rumahnya hancur akibat Siklon Chido (UNICEF)

Internasional, Kabarterdepan.com – Dampak dari curah hujan tinggi ternyata tidak hanya melanda Indonesia tetapi juga hampir seluruh negara di dunia.

Angin kencang dan hujan deras yang dibawa Siklon Chido telah menghancurkan lebih dari 35.000 rumah dan memengaruhi lebih dari 90.000 anak di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik utara. Badai ini menerjang daratan pada Minggu (15/12/2024), menimbulkan kerusakan parah di wilayah tersebut.

Selain menghancurkan rumah, sedikitnya 186 ruang kelas dan 20 fasilitas kesehatan juga terdampak.

Perwakilan UNICEF di Mozambik, Mary Louise Eagleton, mengonfirmasi badai yang tengah melanda Mozambik. Mozambik sebagai salah satu negara paling terdampak perubahan iklim, dengan anak-anak menghadapi konflik, kekeringan, dan wabah penyakit sebelum Siklon Chido.

“Mozambik dianggap sebagai salah satu negara yang paling terdampak oleh perubahan iklim di dunia dan anak-anak sudah mengalami beberapa keadaan darurat yang mengancam jiwa sebelum Siklon Chido, termasuk konflik, kekeringan, dan wabah penyakit,” kata Mary Louise.

Siklon Chido menghantam wilayah dekat Kota Pemba, Provinsi Cabo Delgado, merusak atap rumah, infrastruktur sipil, serta melumpuhkan sistem listrik dan komunikasi. Provinsi ini sebelumnya telah mengalami tujuh tahun konflik brutal yang mengakibatkan lebih dari 1,3 juta orang menjadi pengungsi internal, 80 persen di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Selain itu, badai ini juga melanda Provinsi Nampula dan Niassa, menyebabkan lebih dari 25.000 keluarga kehilangan akses listrik dan merusak dua fasilitas air. Di tengah wabah kolera yang sedang berlangsung, kehancuran akibat Siklon Chido berpotensi memperburuk situasi kesehatan masyarakat.

Diperkirakan hampir 3,3 juta orang di Mozambik akan menghadapi krisis atau tingkat kerawanan pangan yang lebih tinggi pada 2025 akibat dampak El Nino. Sementara itu, pola cuaca La Nina yang diperkirakan terjadi tahun depan bisa memperparah kondisi. Saat ini, sekitar 4,8 juta orang di Mozambik membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 3,4 juta anak-anak.

Selama dekade terakhir, perubahan iklim telah memperburuk cuaca ekstrem di wilayah Afrika Timur dan Selatan. Siklon-siklon besar, seperti Chido dan Freddy yang melanda Mozambik pada 2023, menjadi ancaman yang semakin sering terjadi, menghancurkan kehidupan dan memperburuk kerawanan masyarakat di kawasan tersebut. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page