7 Makam Nasrani Dirusak Orang Tak Dikenal, Begini Kata Pendeta GPdI Baturetno

Avatar of Redaksi
IMG 20250518 WA0165
Kondisi makam yang rusak di pemakaman umum RT 10, Padukuhan Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY, Minggu (18/5/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Bantul, kabaterdepan.com – Rusaknya 7 makam nasrani di pemakaman umum RT 10, Padukuhan Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY menjadi perhatian sejumlah pihak.

Pasalnya hal tersebut merupakan kejadian yang tidak disangka di tengah kerukunan masyarakat di kampung tersebut.

Hingga Minggu (18/5/2025) sore, pihak kepolisian dari Polsek Banguntapan masih terus berupaya melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Rusaknya sejumlah makam nasrani juga turut mendapat tanggapan dari pemuka agama setempat.

Pendeta Gereja Pentakosta dI (GPdI) Baturetno, Tinatius Jawariyanto menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui informasi rusaknya 7 makam tersebut pada Minggu pagi.

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai hal yang tidak disangka di tengah kerukunan dan toleransi yang berjalan baik antar warga.

“Kami dengan masyarakat yang ada, baik dengan tokoh Muslim di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dukuh, Kapolsek, Koramil di dalam lingkungan, tidak ada masalah. Di dalam masyarakat kami kondusif saja,” katanya.

“Ini sungguh-sungguh tidak terduga, entah ada oknum dan maksudnya apa, kami tidak mengetahuinya,” ujarnya.

Ia juga menduga pihak yang melakukan perusakan makam tersebut telah merencanakan aksi. Pasalnya beberapa makam disebutnya mengalami hal serupa di Gedongkuning, Banguntapan dan 1 makam lainya kendati jumlahnya tidak sebanyak di pemakaman RT 10 Ngentak.

Ia menyampaikan 7 makam tersebut saat ditemukan dalam kondisi nisan remuk dan papan nama kayu yang patah.

Ia menyampaikan bahwa tidak ada barang bukti yang secara pasti membuktikan siapa pelaku perusakan makam.

Meskipun terdapat CCTV di sekitar lokasi, disebut Jawariyato tidak mengarah ke makam secara langsung.

“Polisi belum sempat menyelidiki barang buktinya, namun yang pasti ada pecahan di batu nisan. Kalau CCTV cukup jauh lokasinya (menyorot) ke SMA Banguntapan,” katanya.

Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, petugas kepolisian setempat akan mendampingi keluarga korban yang makamnya dirusak ke Polsek Banguntapan.

Dirinya berharap, peristiwa tersebut tidak menjadi pemicu kerenggangan antar masyarakat beragama, khususnya di Baturetno.

Sebanyak 7 makam si Padukuhan RT 10 Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY diduga dirusak oleh orang tak dikenal pada Sabtu(17/5/2025). Patut menjadi perhatian, 7 makam tersebut seluruhnya merupakan nasrani.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyampaikan pada saat saksi bernama Hermawan Riyadi  bermaksud akan membersihkan rumput di sekitar makam   Wasinem Adi Supatmo pada Minggu 18/5/2025). Dirinya melihat di beberapa papan nama yang terbuat dari kayu patah dan rusak.

“Kemudian Pak Hermawan kaget mengetahui makam Bapak Andreas Rohadi nisannya juga rusak dan ditemukan bongkahan tembok,” katanya melalui keterangan tertulis.

Melihat hal tersebut Hermawan kemudian menghubungi warga lainnya bernama Sumadi dan Joko dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Banguntapan.

Petugas kepolisian dari setempat melakukan pengecekan dan memperkirakan makam tersebut dirusak pada malam hari sebelum.

Pasalnya Hermawan mengakui jika dirinya sempat melihat kondisi makam masih utuh pada sore hari.

Dalam pengecekan tersebut juga dihadiri beberapa pihak baik dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala dukuh, hingga ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Padukuhan Ngentak.

Jeffry menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan mengetahui motif perkara tersebut. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page