Wajib Tahu! 5 Titik Shelter Emergency Penyelamat Pendaki Gunung di Indonesia

Avatar of Jurnalis: Riris
Potret salah satu shelter emergency di Sagara Anak Gunung Rinjani. (Instagram @areioutdoorgear)
Potret salah satu shelter emergency di Sagara Anak Gunung Rinjani. (Instagram @areioutdoorgear)

Nasional, Kabarterdepan.com – Beberapa gunung di Indonesia kini sudah dilengkapi dengan shelter emergency atau shelter darurat yang berfungsi sebagai tempat berlindung sementara bagi para pendaki ketika terjadi cuaca ekstrem, kecelakaan, atau kondisi darurat lain di jalur pendakian.

5 Titik Shelter Emergency

1. Gunung Prau – Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

Di Gunung Prau, sebuah shelter emergency sekaligus musala bernama Al-Hadi berdiri di kawasan Sunrise Camp jalur Patak Banteng.

Terletak di jalur utama pendakian, shelter ini sudah terbukti berfungsi efektif ketika badai menerjang, di mana pendaki bisa segera diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Shelter ini dibangun pada September 2020 melalui kerja sama Arei Outdoor Gear bersama Tyo Survival, Ranger Prau, dan warga lokal.

2. Gunung Tambora – Jalur Piong, NTB

Tambora dikenal dengan jalur pendakian yang panjang dan minim sumber air. Jalur Piong telah dilengkapi dengan bangunan shelter pada Pos 5. Shelter Emergency di jalur Piong menjadi titik vital untuk istirahat dan perlindungan dari cuaca ekstrem.

3. Gunung Gede Pangrango – Alun-Alun Suryakencana, Jawa Barat

Alun-Alun Suryakencana adalah spot favorit pendaki, namun juga rawan insiden karena cuaca yang cepat berubah.

Shelter Emergency di jalur tersebut dihibahkan oleh Arei dan didukung oleh Federasi Mountaineering Indonesia (FMI).

Shelter ini dibangun sebagai bagian dari standar nasional keselamatan pendakian gunung sebagai pusat penyimpanan peralatan SAR, pertolongan pertama, komunikasi, hingga penerangan.

Meski begitu, pengelola taman nasional mengingatkan bahwa shelter bukan tempat untuk mendirikan tenda, melainkan murni fasilitas darurat.

4. Gunung Ciremai – Pos 5 Jalur Apuy, Jawa Barat

Jalur Apuy dikenal menanjak dan cukup menguras tenaga. Pembangunan shelter emergency berada di Transit Camp I Sanghyang Rangkah, sekitar 2.540 mdpl.

Shelter ini dilengkapi sarana komunikasi dengan ranger base camp, sehingga memudahkan koordinasi ketika terjadi kecelakaan atau kondisi medis darurat.

Namun, ada catatan bahwa kebersihan shelter di Pos 5 sering terganggu akibat sampah yang ditinggalkan pendaki.

5. Gunung Rinjani – Plawangan dan Danau Segara Anak, NTB

Gunung Rinjani memiliki medan yang ekstrem dan cuaca yang tak menentu. Shelter di Rinjani ada dua titik yaitu berada di Plawangan 4, pos terakhir sebelum puncak Gunung Rinjani dan di Danau Sagara Anak yang difungsikan tidak hanya sebagai posko darurat tetapi juga bunker dengan perlengkapan keselamatan dan peralatan SAR.

Shelter ini dibangun berkat kolaborasi antara Arei Outdoor Gear, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pegiat alam bebas Tyo Survival, serta Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Shelter darurat di Rinjani saat ini telah dilengkapi dua CCTV Two Way Talk, Baterai Lithium 12 Volt 200 Ampere, Radio Rig, Modem Outdoor WiFi, Antena Pint to Poin. Selain itu di shelter Plawangan tersedia tombol SOS dan USB Charger Handphone.

Keberadaan shelter emergency di jalur-jalur pendakian ini menunjukkan keseriusan pengelola taman nasional, komunitas, hingga relawan dalam meningkatkan standar keselamatan di gunung-gunung Indonesia. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page