5 Drama BL Horor Thailand yang Bikin Merinding!

Avatar of Lintang
Drama BL Thailand 'Dead Friend Forever' (iQIYI)
Drama BL Thailand ‘Dead Friend Forever’ (iQIYI)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Thailand dikenal sebagai “rumah” bagi genre Boys’ Love atau disebut drama BL dengan ragam cerita yang luas. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, industri hiburan mereka membuktikan bahwa mereka tak hanya piawai merangkai kisah romantis, tetapi juga mampu mengaduk adrenalin penonton melalui genre horor thriller BL.

Serial-serial ini memadukan romansa yang mendebarkan dengan elemen-elemen supranatural dan misteri yang menegangkan. Dari hantu pendendam hingga teman-teman yang menyimpan rahasia kelam, berikut adalah 5 drama BL Thailand yang wajib Anda tonton. Siapkan diri Anda, karena sensasi mencekam dan mematikan ini paling seru dinikmati dalam gelap!

5 Rekomendasi Drama BL Horor Thailand

Dead Friend Forever

“Dead Friend Forever” atau “DFF” berkisah tentang delapan sahabat yang rahasianya mulai terkuak saat mereka melakukan perjalanan ke sebuah rumah terpencil di tengah hutan sebagai perayaan perpisahan untuk Jin (Copper Phuriwat Chotiratanasak), yang akan melanjutkan studi di luar negeri.

Saat SMA dulu, beberapa sahabat merekam film horor untuk kontes film pendek di rumah tersebut, sehingga mereka pun mengambil kamera dan melanjutkan film dari bagian terakhir yang mereka tinggalkan. Namun, kengerian dalam film mulai terasa nyata ketika beberapa sahabat mencurigai ada orang lain di rumah tersebut yang berniat membunuh.

Ghost Host, Ghost House

Jika horor bukan selera Anda dan Anda menginginkan sensasi yang lebih ringan, cobalah “Ghost Host, Ghost House.” Kawin (Tod Techit Panyanarapon) adalah pria biasa, kecuali satu minatnya yang sangat unik: hantu. Kawin bahkan menjadikan minatnya pada hantu sebagai pekerjaan: ia menyiarkan langsung dan menceritakan kisah-kisah hantu kepada pemirsanya. Namun, ia siap untuk meningkatkan keahliannya dan berburu hantu.

Tanpa sepengetahuannya, ketika ia pindah dan tinggal bersama keluarganya setelah menghabiskan waktu di luar negeri, ia mendapatkan jackpot paranormal.

Bersama seorang pria tampan yang membantu di rumahnya, Pluem (Boy Nattapon Wongvanich), Kawin memburu hantu, tetapi ia tidak perlu pergi jauh.

Manner of Death

“Manner of Death” berkisah tentang Dr. Bun (Tul Pakorn Thanasrivanitchai), seorang ahli forensik dan pemeriksa medis yang kembali bekerja di desa tempat ia dibesarkan. Saat ia mulai beradaptasi dan bertemu kembali dengan teman-teman lamanya, ia dipanggil untuk menangani kasus bunuh diri, tetapi ia mencurigai adanya tindak kejahatan.

Saat Dr. Bun mulai mengungkap jaringan rahasia yang lebih dalam, ia bertemu dengan seorang pria misterius bernama Tan (Max Nattapol Diloknawarit) yang bertekad untuk membantu memecahkan kasus tersebut. Namun, semakin Dr. Bun mengenal Tan, semakin ia merasa Tan terlibat.

Spare Me Your Mercy

Ditulis oleh penulis yang sama dengan “Manner of Death”, “Spare Me Your Mercy” memberikan nuansa yang sama dengan sinematografi yang sama menyeramkan dan sangat apik.

Dalam film thriller misteri di kota terpencil ini, polisi yang bertindak benar, Thiu (JJ Krissanapoom Pibulsonggram), kembali ke kampung halamannya untuk merawat ibunya yang sakit dan menemukan konspirasi yang lebih besar di balik layar.

Pasien yang sakit parah sedang sekarat, tetapi penyakit mereka bukanlah penyebabnya. Thiu menemukan tersangka yang tak terduga, yaitu dokter kesayangan kota itu, Kan (Tor Thanapob Leeratanakachorn), yang bertanggung jawab atas pasien terminal. Kan dikenal oleh semua orang di kota sebagai dokter yang peduli dan mengutamakan pasiennya, tetapi Thiu berpikir ada sesuatu yang lebih terjadi.

Khemjira

Dalam “Khemjira”, Khem (Namping Napatsakorn Pingmuang) ditakdirkan mati sebelum mencapai usia 21 tahun akibat kutukan keluarga (bukankah kau benci kutukan itu?). Ia hanya menginginkan kehidupan kampus yang normal, tetapi ia memiliki kemampuan untuk melihat hantu dan terus-menerus dihantui oleh roh-roh jahat yang ingin membunuhnya. Menjelang ulang tahunnya yang ke-21, ia mati-matian mencari cara untuk bertahan hidup.

Bersama sahabat sekaligus pelindungnya, Jet (FirstOne Wannakorn Reungrat), Khem bertemu dengan seorang dukun sakti bernama Peem (Keng Harit Buayoi), yang ia minta bantuan. Namun, Peem telah diperingatkan sejak kecil oleh gurunya untuk tidak terlibat dengan sihir semacam ini. Dengan berat hati, ia mengundang Khem untuk tinggal di rumahnya, dan roh-roh jahat pun segera menyusul. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page