5 Bagian Kendaraan yang Harus Dicek Agar Mudik Aman dari Masalah Kelistrikan!

Avatar of Redaksi
Kendaraan
Pastikan aki dalam kondisi baik agar perjalanan mudik bisa semakin menyenangkan. (Pixabay)

Otomotif, Kabarterdepan.com – Banyak pemudik terlalu fokus pada oli dan ban pada kendaraannya, namun melupakan bahwa mobil modern sangat bergantung pada listrik.

Bayangkan Anda sedang mengantre di pelabuhan Merak selama 5 jam, mematikan mesin, lalu saat giliran masuk kapal, mobil Anda bungkam seribu bahasa karena aki tekor. Atau lebih buruk lagi, lampu utama mati saat Anda melintasi jalur gelap gulita di pegunungan.

Memahami bagian kendaraan yang harus dicek agar mudik aman di sektor kelistrikan bukan hanya soal kenyamanan fitur hiburan, tapi soal keberlangsungan perjalanan itu sendiri.

Bagian Kendaraan yang Harus Dicek Sebelum Mudik

1. Aki (Battery): Jantung Listrik yang Punya Masa Pakai

Aki adalah komponen pertama yang wajib diperiksa. Rata-rata usia pakai aki mobil adalah 1,5 hingga 2 tahun. Jika aki Anda sudah melewati usia tersebut, jangan berjudi. Cek tegangan (voltage) menggunakan multimeter; aki yang sehat saat mesin mati harus berada di angka 12,4 hingga 12,7 Volt.

Jika Anda menggunakan aki basah, pastikan air aki berada di level antara garis Low dan Upper. Kerak putih di terminal aki juga harus dibersihkan dengan air panas karena bisa menghambat aliran listrik ke sistem starter.

2. Sistem Penerangan: Komunikasi di Jalan Raya

Saat mudik, lampu bukan hanya alat bantu lihat, tapi alat komunikasi. Pastikan lampu utama (headlamp), lampu jauh (high beam), dan yang paling penting, lampu sein berfungsi normal. Lampu sein yang mati bisa menyebabkan kecelakaan fatal saat Anda hendak mendahului kendaraan di jalan tol.

Jangan lupa cek lampu rem (stop lamp). Sering kali pemilik mobil tidak sadar lampu remnya mati sebelah. Ini sangat membahayakan pengendara di belakang Anda, terutama saat terjadi pengereman mendadak di malam hari.

3. Alternator: Sang Pengisi Daya

Aki yang bagus tidak akan berguna jika alternator (dinamo jalan) rusak. Alternator bertugas mengisi ulang daya aki saat mesin berputar.

Cara cek sederhananya: nyalakan mesin, nyalakan semua lampu dan AC, lalu ukur tegangan aki. Jika angkanya di bawah 13,5 Volt, berarti alternator Anda mulai lemah. Jika ini dibiarkan, mobil akan mogok total di tengah jalan meski akinya baru.

4. Sekring (Fuse) dan Kabel-kabel

Sekring adalah pelindung sirkuit. Selalu siapkan sekring cadangan dengan berbagai ukuran ampere (5A, 10A, 15A) di dalam laci mobil.

Selain itu, periksa apakah ada kabel yang terkelupas atau sambungan kabel yang longgar, terutama jika Anda baru saja menambah aksesori lampu atau audio tambahan. Kabel yang semrawut adalah pemicu utama kebakaran mobil akibat korsleting.

5. Wiper dan Motor Wiper

Mungkin terdengar sepele, tapi saat hujan deras mengguyur jalur mudik, wiper adalah nyawa Anda. Pastikan karet wiper masih elastis dan tidak meninggalkan goresan di kaca.

Cek juga motor penggeraknya; jika gerakannya melambat atau terdengar kasar, segera beri pelumas atau ganti motornya agar pandangan tetap jernih.

48801
Ilustrasi mudik Lebaran. (Freepik)

Pentingnya Tidak “Menyiksa” Kelistrikan Saat Macet

Saat terjebak macet total yang tidak bergerak dalam waktu lama, jangan menyalakan audio sistem dengan volume penuh atau mengisi daya gadget secara berlebihan jika mesin dalam kondisi mati. Beban listrik yang besar tanpa pengisian dari alternator akan menguras aki dengan sangat cepat.

Mengetahui seluruh bagian kendaraan yang harus dicek agar mudik aman di sisi kelistrikan akan menjauhkan Anda dari drama “dorong mobil” di rest area. Perjalanan malam hari pun akan terasa lebih tenang karena Anda yakin sistem penerangan siap menembus kegelapan. (Rawi)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page