
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tugu Alun-Alun Kota Mojokerto kini menjadi simbol penting yang menyimpan cerita sejarah panjang perjalanan kota ini. Terletak di pusat kota, tugu ini tidak hanya berfungsi sebagai landmark, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang menggambarkan transformasi Mojokerto dari masa lalu hingga menjadi kota modern saat ini.
Dihiasi dengan empat relief bersejarah, tugu ini menceritakan momen-momen penting dalam sejarah Mojokerto, termasuk masa kejayaan kerajaan Majapahit. Sebagai bagian dari proyek rehabilitasi tugu yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, dinding tugu dilengkapi dengan relief-relief yang menceritakan perjuangan dalam merebut kemerdekaan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa pemasangan relief tersebut merupakan bagian dari tahap lanjutan rehabilitasi tugu alun-alun. Menurutnya, karya seni tersebut bertujuan untuk menghormati jasa para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan, khususnya yang berasal dari Kota Mojokerto.
Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menjelaskan bahwa relief-relief itu dipasang di empat sisi tugu, masing-masing menggambarkan peristiwa bersejarah yang telah disusun oleh Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto.
“Di setiap sisi Tugu Wiraraja ini, terdapat relief yang menceritakan narasi sejarah perjuangan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.
Keempat relief ini menjadi penghormatan terhadap para pahlawan dan mengingatkan generasi kini akan pentingnya sejarah perjuangan di kota ini.
1. Wajah Pembangunan Kota Mojokerto Bercirikan Sejarah dan Budaya
2. Penobatan DYAH GITARJA Sebagai Raja Perempuan Pertama di Kerajaan Majapahit Th. 1329 dan Memperoleh Gelar Abhiseka TRIBUANA TUNGGA DEWI
3. Perpindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Japan dari Kauman (Sooko) ke Magersari, Kota Mojokerto (Kantor Pemkab Mojokerto) Tahun 1838
4. Pertempuran Mempertahakan Kemerdekan Republik Indonesi Th. 1945 di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Sekitarnya Pada Pertempuran Tersebut Salah Satu Putra Terbaik Kota Mojokerto KH. NAWAWI Gugur Sebagai Syuhada
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, berharap relief-relief yang dipasang di Tugu Alun-Alun Wiraraja dapat menambah nilai historis dari tugu tersebut.

Sejak awal revitalisasi, tugu ini dibangun dengan mengangkat tema proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Tugu yang memiliki ketinggian 45 meter ini melambangkan tahun kemerdekaan RI, lengkap dengan 17 anak tangga dan kolam Surya Majapahit yang memiliki 8 sudut, sebagai simbol tanggal 17 dan bulan Agustus.
“Harapannya, alun-alun ini bisa menjadi pusat literasi bagi masyarakat mengenai sejarah Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.
Pada saat proyek revitalisasi yang di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, memiliki nilai kontrak sebesar Rp 888 juta. Selain pemasangan relief, proyek ini juga mencakup penyelesaian kolam dan pemasangan batu andesit.
Ini merupakan tahap akhir dari renovasi yang dimulai sejak 2020. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2 Oktober, dengan masa kontrak 120 hari kalender.
Pada akhir tahun lalu, Pemkot Mojokerto berhasil menyelesaikan empat proyek besar di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan tugu senilai Rp 2,7 miliar, rehabilitasi saluran dan trotoar dengan anggaran Rp 2,9 miliar, pemasangan lampu di jalur pedestrian yang bertema ukiran Majapahit, serta pembangunan Skywalk Mojopahit dengan anggaran Rp 7,9 miliar. Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi taman senilai Rp 199,8 juta.
Saat ini, Tugu Alun-Alun Kota Mojokerto telah menjadi simbol kebanggaan warga kota dan menarik perhatian wisatawan yang ingin lebih mengenal sejarahnya.
Tugu ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang perjuangan dan kejayaan masa lalu serta memperkenalkan sejarah kota kepada generasi muda. Dengan keberadaan tugu ini, diharapkan dapat menginspirasi warga untuk terus menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya yang sangat berharga. (Tantri*)
