
Grobogan, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan membuka seleksi pengisian 4 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Grobogan.
Ke-empat JPTP atau Jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disporabudpar, Kepala Pelaksana BPBD, dan Kepala Satpol PP Kabupaten Grobogan.
Pendaftaran JPT di lingkungan Pemkab Grobogan dibuka pada, Selasa (8/10/2024) hingga Selasa (22/10/2024)
Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni pasca sosialisasi pengisian JPTP yang di gelar di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Senin (7/10/2024) malam.
Sri Sumarni, menuturkan selama ini kekosongan jabatan tersebut sedang di isi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Dirinya memerintahkan kepada Sekda serta BKPPD untuk membuat kajian dan optimalisasi tugas organisasi
“Tidak baik bila jabatan pimpinan terlalu lama diisi oleh Plt, Saya minta untuk memproses pengisian jabatan yang kosong, baik eselon 2, 3 maupun 4,” terang Sri Sumarni.
Dikatakannya, merujuk kepada ketentuan yang berlaku, bahwa dalam enam bulan sebelum dan sesudah Pilkada, tidak boleh melakukan rotasi dan promosi jabatan struktural ASN, kecuali mendapatkan izin Menteri Dalam Negeri.
“Khusus untuk Pengisian JPTP, bahwa Rekomendasi BKN (sebagai pengganti fungsi KASN), dan Ijin Mendagri melalui Gubernur sudah kita peroleh. Maka sesuai tahapan, hari ini dimulai pengumuman Seleksi Terbuka Kompetitif pegisian empat JPTP yang kosong dan diawali dengan sosialisasi di lingkup internal agar terdapat pemahaman yang sama,” jelasnya
Nantinya, jelas Sri Sumarni, pengumuman seleksi terbuka JPTP ini juga disebar-luaskan ke Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah.
“Sesuai arahan dari Kemendagri, yang akan dipertimbangkan untuk dapat diijinkan, hanya untuk pengisian kekosongan jabatan melalui promosi,” beber Sri Sumarni.
Sementara, pihaknya juga menyinggung perihal proses mutasi yang tidak diperbolehkan secara aturan, Sri Sumarni juga mengimbau aparaturnya untuk mengikuti mekanisme yang ada.
“Saya sebenarnya juga ingin Camat baru, mulainya dari pinggiran, yang senior dari pinggir, pindah ke tengah. Tapi kali ini aturannya belum memungkinkan,” kata Sri Sumarni.
Menurutnya hal ini perlu ditegaskan, agar tidak timbul penafsiran yang kontra-produktif, apalagi dikaitkan dengan isu Pilkada.
“Meskipun saya pejabat Politis, tapi saya berusaha mengikuti masukan atau saran dan pertimbangan dari Pak Sekda dan Tim, aturan harus kita patuhi bersama,” tegas Sri Sumarni.
Promosi kali ini untuk pengisian jabatan kosong. Menurutnya, adalah hal wajar untuk kebutuhan kinerja organisasi dan pengembangan karier ASN. Bupati berharap semua dapat berfikir jernih, arif dan bijaksana.
“Silahkan kepada para pejabat administrator dan pejabat fungsional ahli madya, yang telah memenuhi syarat dan ketentuan, agar ikut berkompetisi,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada para kepala OPD selaku atasan langsung, agar mendorong dan memberikan rekomendasi kepada bawahanya yang memenuhi syarat dan ketentuan, untuk berkompetisi mengikuti seleksi.
“Semoga Seleksi ini berjalan lancar, dan diperoleh calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang berkualitas dan kompeten,”harapnya. (Masrikin)
