
Blora, Kabarterdepan.com – Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora terpilih sebagai salah satu lokasi pemugaran kawasan kumuh. Kegiatan ini mendapat kucuran anggaran miliaran rupiah dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Perumahan dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Denny Adhiharta Setiawan, menyampaikan bahwa usulan pemugaran kawasan kumuh ini merupakan pengajuan ulang setelah sebelumnya belum berhasil pada 2023.
“Kita pertama kali mengusulkan pada 2023, tapi belum berhasil karena belum memenuhi beberapa persyaratan. Tahun 2024 diajukan lagi, dan akhirnya lolos serta mendapatkan dana DAK untuk pelaksanaan tahun ini,” ujar Denny, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, penanganan kawasan kumuh di Kunduran dilakukan secara terpadu dan lintas sektoral, meliputi perbaikan perumahan, sarana dan prasarana permukiman, penyediaan air bersih, sanitasi, serta pengelolaan sampah.
Secara teknis, akan dilakukan pemugaran terhadap 40 unit rumah tidak layak huni, perbaikan drainase, dan pembangunan jalan lingkungan.
“Anggaran DAK melalui Dinrumkimhub sebesar Rp 3,4 miliar, untuk 39 unit rumah. Sementara satu unit tambahan dibiayai dari APBD Blora,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Denny menyebutkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 378 hektare kawasan berstatus kumuh di Kabupaten Blora, tersebar di 24 kelurahan yang masuk dalam lima kecamatan: Kunduran, Ngawen, Cepu, Blora, Randublatung, dan Jepon.
“Penanganan kawasan kumuh dibagi sesuai kewenangan. Di bawah 10 hektare ditangani kabupaten, 10 hingga 15 hektare oleh provinsi, dan di atas 15 hektare oleh pusat,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan kumuh dinilai berdasarkan tujuh indikator, yakni: keteraturan bangunan, kondisi jalan lingkungan, penyediaan air bersih, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, dan proteksi kebakaran.
“Saat ini ketujuh indikator tersebut mulai mendapat perhatian dari pemerintah. Setelah pemugaran di Kunduran, kami akan menduplikasi model penanganan ini ke lokasi lain,” tambahnya.
Denny juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sarana yang telah dibangun.
Sementara itu, Camat Kunduran, Suharto, menyambut baik adanya pemugaran kawasan tersebut dan berharap dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dari segi kesehatan.
“Saya sudah dua tahun bertugas di sini. Kawasan itu memang jadi perhatian saya, termasuk saat ada kasus DBD, saya minta Puskesmas lakukan penyemprotan fogging,” ujarnya. (Fitri)
