Burhanuddin Muhtadi : Tingkat Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat Jadi 73,2 Persen

Mapolres Mojokerto
Mapolres Mojokerto

Nasional, Polri – Indeks kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Terbukti, lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei tingkat kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum. Hasilnya, tingkat kepercayaan publik ke Polri meningkat menjadi 73,2%.

Survei ini digelar pada 11-17 April 2023 terhadap 1.220 responden. Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka oleh pewawancara yang terlatih.

Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan data yang dipaparkan sejak April 2014 sampai April 2023. Hasilnya pada April 2023, tren kepercayaan terhadap Polri meningkat berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Minggu (30/4/2023).

BACA JUGA  Jelang Idul Fitri, Polres Mojokerto Siagakan 394 Personel Dalam Operasi Ketupat Semeru 2022

“Peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah reformasi internal yang dilakukan oleh Polri dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Burhanuddin Muhtadi.

Menurutnya, reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai institusi keamanan publik.

“Selain itu, upaya Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Terutama pada pelayanan selama Operasi Ketupat Semeru 2023 juga turut berkontribusi pada peningkatan kepercayaan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, Polri telah melakukan sejumlah inovasi dalam hal pelayanan publik, seperti penerapan polisi ramah anak, polisi perempuan, dan polisi sosial.

“Tidak hanya itu, Polri juga gencar melakukan kampanye dan sosialisasi terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengedukasi masyarakat tentang cara melaporkan tindak kejahatan,” jelas Burhanuddin.

BACA JUGA  Lebarkan Sayap ke Mojokerto, Podorukun Group Luncurkan Perumahan New Alam Mojosari

Upaya ini, lanjut Burhanuddin, bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi keamanan publik yang dapat dipercaya dan diandalkan.

“Dalam survei LSI yang dilakukan pada bulan Maret-April 2023 ini, responden yang memiliki tingkat kepercayaan terhadap Polri paling tinggi berasal dari wilayah Sumatera dengan persentase 80,4%, disusul oleh Jawa dengan persentase 77,1%, dan Bali-Nusa Tenggara dengan persentase 70,2%. Sedangkan wilayah yang memiliki tingkat kepercayaan terendah adalah Papua dengan persentase 54,3%,” rincinya.

Burhanuddin juga mengingatkan, meskipun terdapat peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, masih terdapat beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh Polri dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Salah satunya adalah isu kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh oknum anggota Polri,” tukasnya

BACA JUGA  SMP Swasta di Mojokerto Dibobol Maling, Tiga Laptop dan Proyektor Raib

Dalam hal ini, imbuh Burhanuddin, Polri perlu melakukan tindakan tegas dan cepat dalam menindak anggota yang melakukan pelanggaran agar tidak merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, Burhanuddin mengutarakan, peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik dan harus dipertahankan.

“Polri harus terus meningkatkan kualitas dan transparansi pelayanan publiknya serta melakukan tindakan tegas dalam menindak anggota yang melakukan pelanggaran,” tandanya. (Disadur dari Detik.com, Minggu (30/4/2023)

Tinggalkan komentar