Saat Diajak Main Game, Warga Binaan Lapas Mojokerto Tertawa Lepas

Tawa lepas warga binaan Lapas Mojokerto
Tawa lepas warga binaan Lapas Mojokerto

 

KOTA MOJOKERTO – Tawa lepas warga binaan Lapas Mojokerto pecah di halaman blok tahanan dimana
dilaksanakan acara tersebut dengan game-game ice breaker yang memang betul betul
efektif mencairkan suasana menjadi lebih gembira dan penuh kebahagiaan.

Itu adalah situasi pembinaan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) oleh Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan atau disingkat POKMAS LIPAS, Rabu (20/07/22) pagi.

Pembinaan di dalam lapas merupakan makanan sehari hari yang diterima warga
binaan sebagai bekal untuk hidup lebih mandiri saat bebas nanti, berbagai jenis pembinaan
kemandirian dan kepribadian dilakukan tidak hanya oleh petugas lapas namun juga
melibatkan instansi pemerintahan lain serta pihak swasta yang menjadi mitra lapas.

BACA JUGA  Smartphone Premium Flagship, realme GT 2 Pro Akan Hadir di Indonesia Maret Ini

Saat memberikan sambutan, Kalapas Mojokerto, Dedy Cahyadi berpesan kepada warga
binaan untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik.

“Akan ada banyak manfaat yang kalian dapat dalam giat ini, terutama untuk kondisi mental kalian saat berada di lapas dimana jauh dari sanak family serta untuk mempersiapkan mental saat kembali di masyarakat,” ungkap Dedy Cahyadi.

Sejumlah 755 orang warga binaan yang mengikuti kegiatan ini nampak antusias setelah
kegiatan dimulai dengan beberapa game diantaranya lomba balap balon, game berdiri
diatas garis, serta game konsentrasi berjalan dengan mata tertutup dan membawa sendok
berisikan kelereng.

Instruktur ESQ dari POKMAS LIPAS  Irvan Suryaningrat yang pagi ini membuat warga binaan
dan juga petugas lapas tertawa bersama memang telah berpengalaman dalam menghadapi
kondisi warga binaan dan lingkungan lapas di Indonesia.

BACA JUGA  Support Pelaksanaan PPKM, AMPI Bagikan Masker di Seluruh Kecamatan Kota Mojokerto

Lapas Mojokerto telah menjadi UPT pemasyarakatan yang ke 106 dalam pengabdiannya memberikan pembinaan terhadap sesama khususnya warga binaan pemasyarakatan. menggunakan kaos WBP, memberikan game diawal acara memang menjadi metode ESQ yang ia diberikan, selanjutnya akan dimasukkan materi tentang kepribadian mulai dari cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat dan keluarga serta kedekatan diri terhadap Tuhan YME.

“Saya memakai kaos WBP memang sengaja untuk mengubah yang awalnya AKU dan KAMU
menjadi KITA, sehingga tidak ada jarak lagi antara saya dan warga binaan, kemudian game
yang saya berikan kepada mereka menjadi pintu masuk saya untuk menyelipkan nilai nilai
kebaikan, sehingga lebih mudah di cerna dan mengena di hati mereka” ungkap irvan saat
diwawancara seusai giat ESQ.

BACA JUGA  Suasana Duka bercampur Haru Menyelimuti Pemakaman Pak Gani, Mantan Wali Kota Mojokerto 2003 - 2013

Harapan untuk mensukseskan pembinaan hingga warga binaan kembali ke masyarakat
dengan baik memang tidak henti dilakukan jajaran lapas mojokerto, Kalapas terus
melakukan terobosan-terobosan baru seperti yang dilakukan hari ini dengan menggandeng
pihak luar dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan.

Tinggalkan komentar