Adaptasi Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19

Valerie Utomo (13), Siswi kelas 8 SMP TNH, Penyanyi Rohani

 

KOTA MOJOKERTO – Sudah lebih dari satu tahun masyarakat Indonesia merasakan dampak dari pandemi COVID-19 ini.

Dengan adanya pandemi ini kami terpaksa harus beradaptasi dengan situasi yang sampai sekarang tetap berlanjut ini, dengan cara memakai masker ketika ke luar rumah, rajin cuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, dll. Semua orang sekarang terpaksa mengikuti peraturan-peraturan tersebut, termasuk para pelajar yang sekarang masih bersekolah.

Waktu awal-awal pandemi ini bermulai, pemerintah menyuruh masyarakat Indonesia untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19, dan tanpa jalan lain siswa-siswi Indonesia terpaksa menjalani perintah tersebut.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini dijalani dengan cara melakukan virtual meetings, memberi tugas secara virtual, dan mengerjakan ulangan-ulangan secara online.

BACA JUGA  Driver Online Bamboe Runcing Bersatu Wajib Bersticker Resmi

Tetapi dengan berjalannya waktu, proses ini dinilai kurang efektif, dan bahkan membahayakan untuk para pembelajar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, seperti koneksi internet tidak stabil, keramaian di lingkungan belajar siswa-siswi masing-masing, dan kekurangan fokus
dalam menerima pelajaran-pelajaran.

Semua masalah ini membuat pengalaman bersekolah pada zaman sekarang menjadi tantangan tersendiri dan dapat membuat para pelajar kehilangan motivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Bahkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, anak-anak sekarang kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran.

“Banyak anak-anak kita yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya,”sambung Nadiem.

BACA JUGA  Dengar Keluh kesah Warganya, Ning Ita Lapor Kemensos

Dengan adanya kesulitan-kesulitan tersebut, berikut adalah beberapa solusi yang mungkin dapat diterapkan untuk membuat belajar di kala pandemi lebih mudah bagi para pelajar Indonesia.
Pertama adalah untuk meningkatkan konektivitas jaringan internet di Indonesia, dari pedesaan sampai dengan kota.

Jika jaringan internet ditingkatkan di semua daerah Indonesia, semua aspek dari pembelajaran online akan menjadi lebih cepat dan mudah. Untuk membantu para pelajar lebih fokus kepada sekolah, mata pelajaran dapat dibagi menjadi beberapa sesi. Contohnya, ketika seorang pelajar itu mengikuti pelajaran dengan adanya banyak gangguan, seperti
keramaian kelasnya, dia tidak akan bisa fokus.

Tetapi jika sekolah itu dibagi menjadi beberapa sesi, pelajar itu akan dapat belajar dengan lebih fokus, karena gangguan-gangguan tersebut sudah
dipisahkan dari dia.

BACA JUGA  Gus Elang dan Yuk Dinda Terpilih Jadi Duta Wisata Kota Mojokerto 2021

Pada akhirnya, sungguh metode pembelajaraan yang terbaik adalah dengan pertemuan tatap muka (PTM). Semua pelajar di Indonesia khususnya di Mojokerto tentu merasakan kesusahan di
zaman ini, dan kami semua pun berharap untuk situasinya membaik. Kami berharap dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat kasus Covid-19 bisa segera jmenurun, dan kami dapat belajar dengan normal lagi.

Tinggalkan komentar