ASC Foundation Siapkan Lahan 2 Hektar untuk Pilot Project Pertanian

Pendiri ASC Foundation saat melucurkan proyek percontohan pertanian

MOJOKERTO – Pendiri ASC Foundation, Kiai Asep Saifuddin Chalim siapkan lahan 2 hektar untuk pilot project (percontohan) pertanian, peternakan hingga perikanan di dusun Paras, desa Kembang Belor, kecamatan Pacet, Rabu (21/7/2021) pagi.

Kiai Asep Saifuddin Chalim menyampaikan dalam waktu tiga bulan ke depan akan dibangun pertanian, peternakan hingga perikanan di tanah seluas 2 hektar ini.

“Nantinya akan ada pertanian mulai padi, jagung, kangkung, sedangkan peternakannya ada bebek, mentok, sapi, dan kambing, untuk perikanannya nanti ada lele, nila dan berbagai jenis ikan lainnya,” jelas Kiai Asep yang juga pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya pilot project ini ke depannya bisa menjadi pelatihan di bidang-bidang tersebut. Sehingga jika ada warga yang mempunyai lahan bisa dimanfaatkan untuk menanam kangkung, sehingga bisa dipanen sendiri, bisa dijual atau dimanfaatkan menjadi lauk pauk.

BACA JUGA  Kapolres Mojokerto Beri Bunga, Coklat Dan Masker Untuk Pengendara Yang Patuh Berlalu Lintas

“Tak hanya itu, saya menyerahkan pengelolaan lahan ini kepada ketua Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad agar ke depannya masjid atau pondok pesantren bisa mandiri melalui pertanian, peternakan atau pun perikanan,” kata Kiai Asep.

“Diharapkan nantinya setiap masjid yang punya celengan bisa dipinjamkan kepada masyarakat sekitar untuk bisa dimanfaatkan untuk pertanian, peternatakan atau pertanian seperti yang ada di Lombok Tengah. Lalu tiap dua minggu sekali diadakan pengajian dan pembekalan,” pungkasnya.

Kiai Asep saat menyerahkan sapi ke kepala desa Nogosari, Pacet, Yono

Sementara itu, ketua DMI kabupaten Mojokerto menyambut baik peran serta ASC Foundation yang peduli dengan masyarakat khususnya dalam tiga hal tersebut.

“Semoga dengan memproduksi hasil dari pertanian dan peternakan dapat menyejahterakan masyarakat khususnya petani maupun peternak. Sehingga dapat mengubah stigma dan paradigma bahwa menjadi petani dan peternak itu hidupnya sengsara, kotor dan miskin,” ujar Nur Rokhmad.

BACA JUGA  Terus Bertambah, Pasien Positif di Kabupaten Mojokerto Bertambah Satu Orang dan Meninggal Satu Orang

Setelah melucurkan proyek percontohan tersebut, Kiai Asep juga menyerahkan 1 ekor sapi dengan bobot lebih dari setengah ton kepada kepala desa Nogosari, kecamatan Pacet.

Kepala Desa Nogosari, Yono yang didampingi belasan warganya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kiai Asep dan Gus Barraa atas pemberian sapi tersebut.

“Alhamdulilah, terima kasih banyak Kiai Asep atas pemberian sapinya. Kemarin setelah mendapatkan kambing, salah satu warga sempat mengatakan kalau dikasi sapi akan digiring dengan jalan kaki,” ujar Yono.

“Akhirnya keinginan warga itu terwujud. Maka beberapa perwakilan warga yang berjumlah belasan ini ikut datang ke sini untuk mengambil sapi dan menggiring sapi seharga 31 juta itu dengan berjalan kaki sampai ke desanya yang berjarak sekitar 4 kilometer,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar